Gugas Covid: Bebas Covid-19 tapi Tak Bisa Kerja, Ya Lama-Lama Mati juga

Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:12 WIB
loading...
Gugas Covid: Bebas Covid-19...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan, untuk penanganan pemulihan ekonomi selama masa pandemi Covid-19 ada beberapa yang mesti dilakukan. Utamanya, terkait kelangsungan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Djamaludin, menyatakan harus banyak insentif ke sektor ini dan produknya juga harus dibeli oleh pemerintah, agar keberlangsungan UMKM terjaga.

Beberapa kementerian juga harus menyerap produk yang dihasilkan UMKM, terutama produk-produk kesehatan yang dihasilkan para pelaku UMKM. Dia juga sudah menyarankan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar memasukkan anggaran dalam belanja Kemenkes untuk membeli produk hasil UMKM.

“Saya sudah diskusi dengan mereka. Dan pihak Kemenkes juga merespons positif. Jadi produksi alat kesehatan, seperti APD-APD bisa diambil dan dibeli pemerintah sehingga UMKM jalan. Berapa juta pegawai yang kerja, jadi ekonomi tetap jalan. Jadi konsepnya, jalan bareng antara mengatasi Covid dan meningkatkan perekonomian,” beber dia saat dihubungi di Jakarta Selasa. ( Baca juga:Pak Jokowi! UMKM Butuh Ditransfer Cash Bukan Ditawari Utang )

Terkait bantuan sosial (bansos), dia pun menyarankan seharusnya diganti skemanya dengan bantuan langsung tunai (BLT). Sebab, dengan uang tunai, maka akan menghidupkan belanja masyarakat lebih kuat sehingga berdampak positif ke perekonomian yang akan terus bergeliat.

Djamaludin juga menyarakankan terkait pengembangan produk jamu atau obat herbal. Menurutnya, sektor ini bisa kembali diangkat, apalagi Indonesia kaya dengan herbal.

"Seolah kondisinya sangat tepat, karena memang produk herbal ini bisa memperkuat daya tahan tubuh. Cuma memang selama ini uji klinisnya panjang untuk jamu atau herbal. Dan dengan biaya sendiri. Mestinya tidak usahlah, percepat saja prosesnya. Karena itu hanya sebagai suplemen saja,” jelas dia.

Meskipun masih pandemi, pemerintah sudah mulai menerapkan era New Normal dan dalam hal ini perekonomian harus tetap dijalankan, meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena bagi pemerintah orang terbebas Covid-19, tapi tidak bisa kerja, ya lama-lama jadi ‘mati’ juga istilahnya. Makanya ekonomi harus terus bergerak, tapi ya penanganan dari sisi ekonomi memang tidak mudah,” kata Djamaludin yang juga sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, ada beberapa hal yang bisa ditempuh dalam penanganan aspek ekonomi ini. Seperti dalam sistem penganggaran pengadaan barang dan jasa di kementerian dan lembaga (K/L) yang selama ini prosedural, mesti dibuat lebih mudah tapi tetap sesuai aturan yang ada.

“Karena prosedural, kadang-kadang mereka takut mau eksekusi. Takut nanti dianggap kerugian negara atau diperiksa BPK. Padahal prosedurnya harus diperpendek dalam suasana krisis ini. Dengan begitu bisa menghidupkan belanja K/L lebih tinggi,” terang dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
MPStore Sabet Penghargaan...
MPStore Sabet Penghargaan DIA 2026, Pacu Inovasi Digital UMKM
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Rekomendasi
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Berita Terkini
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Infografis
3 Ekor Macan Tutul Salju...
3 Ekor Macan Tutul Salju Mati Akibat Terinfeksi Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved