alexametrics

Perusahaan Asal China Tanamkan Modal di Batam

loading...
Perusahaan Asal China Tanamkan Modal di Batam
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kepri, Cahya (tengah) bersama Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami (putih) saat melakukan proses perizinanan di PTSP BP Batam. Foto/Ahmad Romadi
A+ A-
BATAM - Satu lagi perusahaan asal China yang menanamkan modalnya di Batam, setelah sebelumnya tiga penanam modal asing (PMA) berinvestasi pada awal semester II 2017. Bergerak di bidang industri sepeda motor, rencananya PT Magnum Teknologi Indonesia tersebut akan merakit sepeda motor listrik.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepulauan Riau (Kepri) Cahya mengatakan, pihaknya sengaja mendatangkan investor asal China karena menilai sepeda motor listrik dengan teknologi tinggi sangat tepat diproduksi dan digunakan masyarakat Batam. Alih teknologi tersebut menurutnya juga sudah lama di terapkan di China, sehingga Indonesia dinilai juga sudah waktunya menerapkan teknologi tersebut.

"Investor ini sengaja saya yang rangkul, karena saya lihat di China semua sudah menggunakan sepeda motor listrik dan ini pas untuk Batam dan juga Indonesia," kata Cahya usai mengurus perizinan dengan memanfaatkan layanan I23J di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (10/8/2017).



Sambungnya meskipun teknologinya diadopsi dari China, tapi semua komponennya seluruhnya berasal dari Indonesia. Lebih lanjut Ia mencontohkan seperti ban, nantinya akan didatangkan dari Medan, aki dari Sidoarjo. Sehingga dengan demikian diharapkan bisa memberikan dampak tidak hanya pada tenaga kerja lokal di Batam saja, tapi juga industri lainnya di Indonesia.

Motor listrik diyakininya sebagai salah satu trasportasi ramah lingkungan dengan biaya yang dikeluarkan juga sagat murah dibandingkan dengan motor berbahan bakar minyak. Maka itu kendaraan ini sangat tepat digunakan para pekerja dan ibu rumah tangga, dan ke depan pihaknya juga mendorong agar para pekerja sendiri bisa menggunakan motor listrik tersebut.

"Sangat murah, termasuk juga biaya perawatanya. Kalau dihitung bisa irit sampai Rp600 ribu perbulannya," jelasnya.

Hasil produksinya nantinya tidak hanya akan dipasarkan di Batam saja, namun juga seluruh wilayah Indonesia. Ia menuturkan masyarakat tidak perlu khawatir karena pihaknya juga sudah melakukan uji standarisasi di pusat. Kemudian nantinya juga akan ada garansi sampai dua tahun serta akan ada bengkel khusus yang menangani maalah motor tersebut.

"Jadi tidak perlu khawatir, dulu motor listrik ini gagal di Indonesia karena tidak ada garansi. Kalau sekarang ada garansi dan langsung ada bengkel resminya," kata Cahya.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan dengan masuknya satu lagi PMA asal China menunjukan bahwa Batam masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor. Pihaknya juga juga akan terus berupaya agar bisa terus mendatangkan banyak lagi PMA yang mau melakukan investasi di Batam.

Menurut dia, tugas pemerintah saat ini tidak hanya mendatangkan investor saja tapi juga meningkatkan keahlian sumber daya manusia (SDA) atau tenaga kerja lokal. Sehingga kedepan akan banyak industri yang akan berlaih ke teknologi tinggi Batam memiliki tenaga kerja yang sudah memiliki keahlian sesuai dengan industri tersebut.

"Dan pendatannya tentu juga akan lebih tinggi dari UMR sehingga diharapkan tidak akan ada lagi ramai-ramai seperti sekarang ini," jelasnya.

Gusmardi menjelaskan PT Magnum Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan asal China dengan menanamkan modalnya di Batam sekitar Rp50 miliar dengan menyerap tenaga kerja sekita 50 orang. Perkiraan ekspor pertahun mencapai USD7,5 juta dan akan segera memulai produksinya di Kawasan Industri Century Park, Batam.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak