Pandemi, Bikin Bisnis Buku Ajar Kian Berat di Awal Tahun Ajaran Baru

Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:20 WIB
loading...
Pandemi, Bikin Bisnis...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina mengatakan, usaha penerbitan buku ajar sekolah akan semakin berat di tengah kebijakan belajar online . Menurutnya, penerbit buku yang melengkapi bukunya dengan konten digital akan diuntungkan. Bagaimanapun, guru tetap membutuhkan buku dalam proses belajar mengajar.

"Kami belum pernah melakukan survei khusus tentang ini. Secara logikanya penerbit tidak diuntungkan. Kecuali penerbit buku yang memiliki konten digital," ujar Rosidayatidi Jakarta (4/8/2020).

Senada, Wakil Ketua Umum IKAPI Djadja Subagja juga mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail soal tren penjualan buku pendidikan di masa covid ini. Karena belum dilakukan survei lagi kepada para penerbit.

"Namun tentu ada pengurangan omzet, terkait keterbatasan dalam berpromosi. Saat ini yang dapat dilakukan para penerbit hanya promosi secara daring," ujar Djadja. ( Baca juga:Perlu Konten Digital Buku Sekolah Tahun Ajaran Baru )

Lebih lanjut dia juga mengatakan, yang dibutuhkan bukan insentif buku digital, tapi pembinaan SDM editorial. Tujuannya demi bisa menghasilkan konten digital yang memperkaya buku cetak.
"Kebutuhan saat ini pembinaan SDM editorial agar mampu menghasilkan konten digital," ujarnya.

Mengenai harga buku ajar dirinya menjelaskan harga akan mengikuti mutu buku. Karena itu masyarakat jangan bermimpi bisa menghasilkan buku bermutu tapi murah.

Secara regulasi dia menyebutkan dibutuhkan ekosistem perbukuan. Dalam UU Sistem Perbukuan, sudah diatur tentang ekosistem perbukuan. Ekosistem ini komponennya adalah 10 pelaku perbukuan yang disebut di UU tersebut.
"Kesepuluh pelaku perbukuan ini harus hidup agar ekosistemnya berjalan sehat," ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejar Tahun Ajaran Baru,...
Kejar Tahun Ajaran Baru, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Fungsional Juli 2026
Sektor Pendidikan Diyakini...
Sektor Pendidikan Diyakini Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III
Masuk Tahun Ajaran Baru,...
Masuk Tahun Ajaran Baru, Biaya Pendidikan Bakal Kerek Inflasi 2 Bulan ke Depan
Produk Berkreasi Anak-anak...
Produk Berkreasi Anak-anak Indonesia Setara dengan Eropa
Perlu Konten Digital...
Perlu Konten Digital Buku Sekolah Tahun Ajaran Baru
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Orang Tua Utamakan Sepatu Sekolah yang Nyaman dan Awet
Sambut Tahun Ajaran...
Sambut Tahun Ajaran Baru, Keluarga Mulai Siapkan Kebutuhan Belajar Anak
Jumlah Sekolah Swasta...
Jumlah Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Bertambah Jadi 103 Mulai Juli 2026
Rekomendasi
PNM Buka Lapangan Kerja...
PNM Buka Lapangan Kerja bagi Puluhan Ribu Lulusan SMA-SMK dari Keluarga Prasejahtera
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
7 Tips Bikin Konten...
7 Tips Bikin Konten Review Produk yang Menarik ala Kreator TikTok Novita Sari
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
Infografis
Kota dan Kabupaten DKI...
Kota dan Kabupaten DKI Jakarta Cetak Sejarah Baru di Tahun 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved