Ekonom Sarankan Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 5,75%

Kamis, 19 Oktober 2023 - 08:01 WIB
loading...
Ekonom Sarankan Bank...
Bank Indonesia disarankan tahan suku bungan di 5,75%. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky menyarankan Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga di level 5,75%. Hal itu mempertimbangkan tekanan terhadap rupiah serta menjaga selisih suku bunga acuan dengan the Fed.

"BI bisa sambil terus menjalankan kebijakan makroprudensial untuk menstabilkan tekanan jangka pendek pada tingkat harga dan nilai tukar," kata dia melalui keterangannya, dikutip Kamis (19/10/2023).

Dia juga menyarankan terus menjaga inflasi. Adapun tren inflasi Indonesia turun di bawah 3% pada bulan September akibat efek high base dari periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: The Fed Siap Naikkan Suku Bunga Lanjutan, Rupiah Ditutup Stagnan

Tren inflasi tersebut menggarisbawahi upaya berkelanjutan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di tengah beragam tantangan, terutama fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncaknya pada bulan September.

Selain itu, Indonesia juga berhasil mempertahankan surplus perdagangan yang tinggi pada bulan September 2023, yang menandai surplus selama 41 bulan berturut-turut.

"Akan tetapi, dinamika di pasar Amerika Serikat terkait dengan potensi kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang telah mengakibatkan lonjakan arus modal keluar dari pasar Indonesia dalam beberapa pekan terakhir," sambung Riefky.

Hal ini seperti yang terlihat dalam penjualan saham dan aset obligasi senilai USD1,35 miliar antara pertengahan September dan pertengahan Oktober.

Pada September 2023, Rupiah terus mengalami depresiasi, mencapai Rp15,354 per dolar Amerika Serikat (AS)/USD, sebagai respons terhadap indikasi the Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan serta indikator ekonomi China yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Meskipun demikian, rupiah tetap menjadi salah satu mata uang yang menunjukkan performa terbaik di antara mata uang negara-negara berkembang, hanya kalah dari Real Brasil, yang secara konsisten menunjukkan kekuatan terhadap Dolar AS berkat permintaan global yang kuat terhadap komoditas Brasil.

Baca Juga: BI Diminta Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%, Ekonom Ungkap Alasannya

Sementara itu, cadangan devisa resmi Indonesia mengalami penurunan dari USD137,1 miliar pada Agustus 2023 menjadi USD134,9 miliar pada September 2023, utamanya disebabkan oleh upaya-upaya stabilisasi yang dilakukan oleh bank sentral untuk mengatasi ketidakpastian eksternal dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dengan pengumuman terbaru ini, cadangan devisa Indonesia kini setara dengan 6,1 bulan impor serta 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Penting untuk diperhatikan bahwa tekanan pada rupiah akan berlanjut untuk beberapa waktu ke depan, yang kemungkinan akan menimbulkan tantangan bagi bank sentral dalam beberapa bulan mendatang," ucap Riefky.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Berita Terkini
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved