5 Dinamika Perubahan Global Jadi Sorotan Perry Warjiyo, Intip Detailnya
Kamis, 19 Oktober 2023 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
"Ini di tahun 2024-2025 ekonomi akan melambat, di 2024 divergensi melebar, kemudian menyempit di 2025, di 2026 baru mulai stabilizing. Jadi, tahun 2024 masih dibayangi ketidakpastian oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat," jelas Perry.
Seluruh dunia sebut dia, harus mendorong permintaan domestik supaya pertumbuhan ekonominya tinggi sebagai konsekuensinya.
"Kedua, tensi ketegangan geopolitik ini meningkat, menyebabkan harga minyak sudah naik, harga pangan tetap tinggi, ini akan memperlambat penurunan inflasi global," tambah Perry.
Yang ketiga, sambung Perry, suku bunga di negara maju termasuk Fed Funds Rate (FFR) akan menjadi higher for longer. Bahkan, BI memproyeksikan ada probabilitas 40% FFR naik di Desember
2023.
"Tapi naik tidak naik, FFR itu masih akan tetap tinggi di paruh I 2024, baru akan menurun pada paruh II 2024," ucap Perry.
Dinamika keempat adalah Kenaikan suku bunga global tidak hanya di jangka pendek. Kebijakan moneter menaikkan suku bunga adalah untuk dijangka pendek.
Seluruh dunia sebut dia, harus mendorong permintaan domestik supaya pertumbuhan ekonominya tinggi sebagai konsekuensinya.
"Kedua, tensi ketegangan geopolitik ini meningkat, menyebabkan harga minyak sudah naik, harga pangan tetap tinggi, ini akan memperlambat penurunan inflasi global," tambah Perry.
Yang ketiga, sambung Perry, suku bunga di negara maju termasuk Fed Funds Rate (FFR) akan menjadi higher for longer. Bahkan, BI memproyeksikan ada probabilitas 40% FFR naik di Desember
2023.
"Tapi naik tidak naik, FFR itu masih akan tetap tinggi di paruh I 2024, baru akan menurun pada paruh II 2024," ucap Perry.
Dinamika keempat adalah Kenaikan suku bunga global tidak hanya di jangka pendek. Kebijakan moneter menaikkan suku bunga adalah untuk dijangka pendek.
Lihat Juga :