Rupiah Terus Merosot Tajam hingga Tembus Rp15.838/USD, Masih Amankah?

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 14:34 WIB
loading...
Rupiah Terus Merosot...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus merosot tajam hingga menembus level Rp15.838/USD, namun menurut ekonom, pergerakan kurs rupiah cenderung stabil. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus merosot tajam hingga menembus level Rp15.838/USD. Namun terkait tren negatif kurs rupiah, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah masih stabil mengikuti perkembangan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang menjadi 6% pada Kamis (19/10).

"Jadi ini rupiah masih cenderung stabil usai BI menaikkan tingkat suku bunganya," ujar Riefky kepada MPI di Jakarta, Jumat (20/10/2023).

Baca Juga: Rupiah Terus Melemah ke Rp15.708/USD, Menko Airlangga: Bukan Cuma Indonesia, Jadi Tenang Saja

Berdasarkan hasil pantauan tim MNC Portal Indonesia (MPI), nilai tukar rupiah mencapai Rp15.850 per pukul 11:15 WIB. Hanya saja, dia mengingatkan, bahwa kondisi ke depan masih perlu diperhatikan.

"Kemudian, untuk instrumen SRBI secara konsep harusnya bisa membantu stabilisasi dan penguatan nilai tukar Rupiah, tapi masih perlu dilihat lagi efektivitas ke depannya," ungkap Riefky.

Baca Juga: Rupiah Kejeblos ke Rp15.700/USD, Ekonom Memperingatkan: Ini Sudah Warning!

Dia pun menyebutkan bahwa seandainya rupiah menyentuh Rp16.000 per USD, dan terjadi dalam kurun waktu yang cukup panjang, dikhawatirkan akan berdampak pada imported cost. Hal ini kemudian akan mendorong peningkatan imported inflation.

"Sejauh ini memang belum ada langkah khusus yang dilakukan pemerintah untuk mencegah pelemahan rupiah lebih jauh, karena ini memang lebih dipengaruhi oleh kondisi global," tandas Riefky.

Sementara itu sebelumnya Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa kuatnya dolar AS menyebabkan tekanan pelemahan berbagai mata uang negara lain, termasuk nilai tukar Rupiah. Dibandingkan akhir tahun 2022, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 18 Oktober 2023 tercatat tinggi di level 106,21 atau menguat 2,60% (ytd).

"Sangat kuatnya dolar AS ini memberikan tekanan depresiasi mata uang hampir seluruh mata uang dunia, seperti Yen Jepang, Dolar Australia, dan Euro yang melemah masing-masing 12,44%, 6,61% dan 1,40% (ytd), serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia, Baht Thailand, dan Peso Filipina masing-masing 7,23%, 4,64% dan 1,73% (ytd)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/10/2023).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved