Bio Farma Bisa Penuhi Vaksin untuk Seluruh Penduduk Indonesia
Rabu, 05 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Sembari menunggu proses uji klinis dan produksi yang akan dilakukan Bio Farma, pada tahap awal dilakukan penyuntikan perdana calon vaksin Covid-19 asal China, Sinovac, kepada para relawan dijadwalkan dimulai 11 Agustus 2020. Saat ini tim riset uji klinis vaksin Sinovac tengah melakukan berbagai persiapan untuk memulai penelitian uji klinis vaksin tersebut.
Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) Profesor Kusnandi Rusmil menuturkan, pihaknya masih melakukan berbagai persiapan, termasuk melatih para petugas uji klinis. Persiapan uji klinis dilakukan secara matang sesuai aturan yang telah ditetapkan.
“Nanti tanggal 11 Agustus 2020 mulai jalan full penyuntikan pertama secara umum. Sekarang masih pelatihan untuk petugas karena tidak bisa sembarangan, ada aturannya. Administrasinya harus jelas,” ujar Kusnandi.
Hingga saat ini baru 500 relawan yang mendaftar sebagai subjek uji klinis dari total relawan yang dibutuhkan sebanyak 1.620 relawan. Meski begitu, Kusnadi yakin jumlah relawan yang dibutuhkan akan terpenuhi. Kusnandi pun menyambut baik kesiapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar bin Khattab Soal Pembangkang Zakat)
Setelah disuntik vaksin Sinovac, para relawan dapat beraktivitas seperti biasa. Mereka bahkan dapat bepergian ke luar daerah. “Kalau orang sehat disuntik vaksin mau ke mana-mana juga boleh, anak-anak juga kan sudah divaksin itu jalan ke mana-mana tidak masalah, cuma pada waktu disuntiknya harus dalam keadaan sehat,” terangnya.
Selain sehat, tambah Kusnandi, relawan juga harus berdomisili di Kota Bandung untuk memudahkan proses pemantauan selama penelitian dilakukan.”Dia (relawan) harus orang Bandung, penduduk Bandung, karena dia nanti pulang ke Bandung. Selama penelitian, dia akan dipantau, diambil darah, kemudian pada akhir penelitian diambil darah lagi,” katanya.
Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) Profesor Kusnandi Rusmil menuturkan, pihaknya masih melakukan berbagai persiapan, termasuk melatih para petugas uji klinis. Persiapan uji klinis dilakukan secara matang sesuai aturan yang telah ditetapkan.
“Nanti tanggal 11 Agustus 2020 mulai jalan full penyuntikan pertama secara umum. Sekarang masih pelatihan untuk petugas karena tidak bisa sembarangan, ada aturannya. Administrasinya harus jelas,” ujar Kusnandi.
Hingga saat ini baru 500 relawan yang mendaftar sebagai subjek uji klinis dari total relawan yang dibutuhkan sebanyak 1.620 relawan. Meski begitu, Kusnadi yakin jumlah relawan yang dibutuhkan akan terpenuhi. Kusnandi pun menyambut baik kesiapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac. (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar bin Khattab Soal Pembangkang Zakat)
Setelah disuntik vaksin Sinovac, para relawan dapat beraktivitas seperti biasa. Mereka bahkan dapat bepergian ke luar daerah. “Kalau orang sehat disuntik vaksin mau ke mana-mana juga boleh, anak-anak juga kan sudah divaksin itu jalan ke mana-mana tidak masalah, cuma pada waktu disuntiknya harus dalam keadaan sehat,” terangnya.
Selain sehat, tambah Kusnandi, relawan juga harus berdomisili di Kota Bandung untuk memudahkan proses pemantauan selama penelitian dilakukan.”Dia (relawan) harus orang Bandung, penduduk Bandung, karena dia nanti pulang ke Bandung. Selama penelitian, dia akan dipantau, diambil darah, kemudian pada akhir penelitian diambil darah lagi,” katanya.
Lihat Juga :