Kemarau Panjang, SIG Salurkan 906.000 Liter Air Bersih
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 11:30 WIB
loading...
Musim kemarau 2023 yang berkepanjangan sebagai akibat dari fenomena El Nino telah menyebabkan kelangkaan air di sejumlah daerah di Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Musim kemarau 2023 yang berkepanjangan sebagai akibat dari fenomena El Nino telah menyebabkan kelangkaan air di sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi ini membuat sebagian besar masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usaha, PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membantu masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 906.000 liter.
Distribusi bantuan air bersih telah dimulai sejak September hingga Oktober 2023 di empat kabupaten/kota di tiga provinsi meliputi Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Di Sumatera Barat, bantuan air bersih sebanyak 46.000 liter disalurkan oleh Semen Padang kepada masyarakat di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Baca Juga: BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Meluruh pada Februari-Maret 2024
Sementara di Jawa Tengah, sebanyak 400.000 liter air bersih disalurkan oleh Semen Gresik kepada masyarakat di 14 desa di sembilan Kecamatan di Kabupaten Rembang, serta 350.000 liter air bersih disalurkan oleh Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.
Di Sulawesi Selatan, bantuan air bersih disalurkan oleh Semen Tonasa ke beberapa fasilitas publik di Kabupaten Pangkep, seperti RSUD Batara Siang sebanyak 80 ribu liter, Puskesmas Kalabbirang sebanyak lima ribu liter dan Masjid Taqwa Biring Ere sebanyak 25 ribu liter. Selain itu, sejak 2012 Semen Tonasa secara rutin memberikan bantuan air bersih kepada warga di Desa Bulu Cindea sebanyak 90 ribu liter per hari.
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, bantuan air bersih ini merupakan bukti kepedulian perseroan terhadap masalah sosial akibat kekeringan yang sedang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berada sekitar wilayah operasional. Program ini tidak hanya sejalan dengan pilar keberlanjutan untuk menciptakan nilai bagi karyawan dan komunitas, tetapi juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor enam yaitu memastikan ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan semua orang.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usaha, PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membantu masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 906.000 liter.
Distribusi bantuan air bersih telah dimulai sejak September hingga Oktober 2023 di empat kabupaten/kota di tiga provinsi meliputi Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Di Sumatera Barat, bantuan air bersih sebanyak 46.000 liter disalurkan oleh Semen Padang kepada masyarakat di Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
Baca Juga: BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Meluruh pada Februari-Maret 2024
Sementara di Jawa Tengah, sebanyak 400.000 liter air bersih disalurkan oleh Semen Gresik kepada masyarakat di 14 desa di sembilan Kecamatan di Kabupaten Rembang, serta 350.000 liter air bersih disalurkan oleh Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap.
Di Sulawesi Selatan, bantuan air bersih disalurkan oleh Semen Tonasa ke beberapa fasilitas publik di Kabupaten Pangkep, seperti RSUD Batara Siang sebanyak 80 ribu liter, Puskesmas Kalabbirang sebanyak lima ribu liter dan Masjid Taqwa Biring Ere sebanyak 25 ribu liter. Selain itu, sejak 2012 Semen Tonasa secara rutin memberikan bantuan air bersih kepada warga di Desa Bulu Cindea sebanyak 90 ribu liter per hari.
Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni mengatakan, bantuan air bersih ini merupakan bukti kepedulian perseroan terhadap masalah sosial akibat kekeringan yang sedang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berada sekitar wilayah operasional. Program ini tidak hanya sejalan dengan pilar keberlanjutan untuk menciptakan nilai bagi karyawan dan komunitas, tetapi juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor enam yaitu memastikan ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan semua orang.
Lihat Juga :