HIMKI Optimalkan Pasar di Luar Eropa dan Amerika Serikat
Senin, 23 Oktober 2023 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Kawasan lainnya adalah Afrika, yang selama ini masih belum termaksimalkan dan mulai menjadi bagian dari penetrasi pasar. Kawasan Asia lain, seperti China mempunyai potensi untuk ditembus. ”Meskipun kita ketahui bahwa China merupakan produsen furnitur terkemuka dunia, namun, secara ciri, produk mereka lebih beriorentasi masif (mass product),” jelasnya.
Sementara itu, pasar ASEAN termasuk Filipina, merupakan pasar emerging market selanjutnya yang perlu dicermati secara serius. Apalagi dengan adanya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) yang mendukung iklim perdagangan di wilayah ASEAN semakin menguntungkan, karena adanya penurunan tarif barang dagang serta pajak bagi negara-negara di Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal HIMKI Maskur Zaenuri mengatakan, target ekspor kerajinan nasional sebesar USD5 miliar pada 2024. Target itu bukan sesuatu yang sulit untuk dicapai mengingat potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar. Mulai dari ketersediaan bahan baku, peluang pasar yang terus tumbuh, dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperkuat Industri Mebel
Selain itu, saat ini peluang pasar global masih terbuka dan terus bertumbuh didorong maraknya pembangunan yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar akan produk mebel dan kerajinan nasional. Namun demikian di balik potensi yang besar tersebut sampai saat ini para pelaku industri masih dihadapkan pada berbagai permasalahan.
”Mulai dari sulitnya mendapatkan bahan baku sesuai kebutuhan, terbatasnya promosi pemasaran, belum berkembangnya kualitas produk dan desain, kurangnya ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai, penggunaan teknologi tinggi, hingga akses permodalan yang masih terkendala,” jelasnya.
Sementara itu, pasar ASEAN termasuk Filipina, merupakan pasar emerging market selanjutnya yang perlu dicermati secara serius. Apalagi dengan adanya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) yang mendukung iklim perdagangan di wilayah ASEAN semakin menguntungkan, karena adanya penurunan tarif barang dagang serta pajak bagi negara-negara di Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal HIMKI Maskur Zaenuri mengatakan, target ekspor kerajinan nasional sebesar USD5 miliar pada 2024. Target itu bukan sesuatu yang sulit untuk dicapai mengingat potensi yang dimiliki Indonesia cukup besar. Mulai dari ketersediaan bahan baku, peluang pasar yang terus tumbuh, dan didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memperkuat Industri Mebel
Selain itu, saat ini peluang pasar global masih terbuka dan terus bertumbuh didorong maraknya pembangunan yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar akan produk mebel dan kerajinan nasional. Namun demikian di balik potensi yang besar tersebut sampai saat ini para pelaku industri masih dihadapkan pada berbagai permasalahan.
”Mulai dari sulitnya mendapatkan bahan baku sesuai kebutuhan, terbatasnya promosi pemasaran, belum berkembangnya kualitas produk dan desain, kurangnya ketersediaan tenaga kerja yang siap pakai, penggunaan teknologi tinggi, hingga akses permodalan yang masih terkendala,” jelasnya.
(poe)
Lihat Juga :