Riset Inovatif dan SDM Unggul Dukung Pembangunan Kelautan dan Perikanan
Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk itu, BRSDM harus dapat meningkakan transformasi digital untuk menguatkan peran data menjadi peran informasi dalam analisa ilmiah dan pemodelan. Strategi pengembangan SDM dilakukan secara dinamis berdasarkan analisa big data dan menetapkan fokus riset sebagai penopang utama mendukung kinerja KKP serta mendukung keberhasilan pembangunan KP," tutur Laode.
Di akhir kesempatan, Yudi Nurul Ihsan menerangkan bahwa riset KP harus difokuskan pada kontribusi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi secara cepat dan berkelanjutan, distribusi kesejahteraan secara adil, serta kelestarian ekosistem dan sumberdaya kelautan dan perikanan yang menjadi dasar kebijakan dan program.
“Sebagai solusi, terobosan pemulihan ekonomi pada masa pandemi covid di bidang KP perlu strategi program quick wins, dengan strategi pengelolaan berupa optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan, perbaikan tata niaga dan distribusi hasil perikanan dan kelautan untuk peningkatan daya saing, penguatan peraturan dan kebijakan, serta peningkatan jumlah dan kompetensi sumberdaya manusia, inovasi iptek serta riset di bidang kelautan dan perikanan,” jelas Yudi.
(Baca Juga: Yeay! Ekspor Perikanan Naik 6,9% di Semester I/2020)
Rakorpus BRSDM terlaksana sebagai terobosan kegiatan guna pemantapan kegiatan riset dan SDM tahun 2020; penguatan kolaborasi perencanaan kegiatan riset dan sumber daya manusia KP tahun 2021 yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi pada masyarakat; dan sebagai penguatan sinergitas program riset dan pengembangan SDM, dengan program KKP dan stakeholder lainnya.
Dalam mendukung program nasional, BRSDM mendorong penyelenggaraan pendidikan vokasi yang dilakukan seluruh lembaga pendidikan di KKP dapat memastikan bahwa lulusannya diterima pada dunia usaha dan dunia industri. Pada penyelenggaraan pelatihan, tidak hanya memprioritaskan kuantitas semata, namun juga melakukan traceability terhadap lulusannya. Sedangkan kegiatan penyuluhan harus melakukan breakthrough dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dalam menumbuhkan kelompok usaha baru dan melakukan pendampingan kelompok yang telah ada untuk terus berkembang.
Dari aspek riset dan inovasi iptek, BRSDM mendorong seluruh satker untuk dapat meningkatkan sinergi dari hulu ke hilir. Penelitian harus dirancang secara terintegrasi. Penyelenggaran pendidikan vokasi, pelatihan, penyuluhan dan riset didorong untuk menciptakan banyak kegiatan ekonomi dan melakukan beragam terobosan.
Di akhir kesempatan, Yudi Nurul Ihsan menerangkan bahwa riset KP harus difokuskan pada kontribusi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi secara cepat dan berkelanjutan, distribusi kesejahteraan secara adil, serta kelestarian ekosistem dan sumberdaya kelautan dan perikanan yang menjadi dasar kebijakan dan program.
“Sebagai solusi, terobosan pemulihan ekonomi pada masa pandemi covid di bidang KP perlu strategi program quick wins, dengan strategi pengelolaan berupa optimalisasi pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan, perbaikan tata niaga dan distribusi hasil perikanan dan kelautan untuk peningkatan daya saing, penguatan peraturan dan kebijakan, serta peningkatan jumlah dan kompetensi sumberdaya manusia, inovasi iptek serta riset di bidang kelautan dan perikanan,” jelas Yudi.
(Baca Juga: Yeay! Ekspor Perikanan Naik 6,9% di Semester I/2020)
Rakorpus BRSDM terlaksana sebagai terobosan kegiatan guna pemantapan kegiatan riset dan SDM tahun 2020; penguatan kolaborasi perencanaan kegiatan riset dan sumber daya manusia KP tahun 2021 yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi pada masyarakat; dan sebagai penguatan sinergitas program riset dan pengembangan SDM, dengan program KKP dan stakeholder lainnya.
Dalam mendukung program nasional, BRSDM mendorong penyelenggaraan pendidikan vokasi yang dilakukan seluruh lembaga pendidikan di KKP dapat memastikan bahwa lulusannya diterima pada dunia usaha dan dunia industri. Pada penyelenggaraan pelatihan, tidak hanya memprioritaskan kuantitas semata, namun juga melakukan traceability terhadap lulusannya. Sedangkan kegiatan penyuluhan harus melakukan breakthrough dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dalam menumbuhkan kelompok usaha baru dan melakukan pendampingan kelompok yang telah ada untuk terus berkembang.
Dari aspek riset dan inovasi iptek, BRSDM mendorong seluruh satker untuk dapat meningkatkan sinergi dari hulu ke hilir. Penelitian harus dirancang secara terintegrasi. Penyelenggaran pendidikan vokasi, pelatihan, penyuluhan dan riset didorong untuk menciptakan banyak kegiatan ekonomi dan melakukan beragam terobosan.
(fai)
Lihat Juga :