Ganjar Pranowo dan Mahfud MD Ingin Wujudkan Ekonomi yang Merata, Khususnya di Papua

Selasa, 24 Oktober 2023 - 20:16 WIB
loading...
Ganjar Pranowo dan Mahfud...
Pasangan Calon Presiden (Capres), Ganjar Pranowo dan Cawapres, Mahfud MD telah berkomitmen untuk fokus mendorong perkembangan ekonomi Papua dengan janji konkret berupa dukungan keuangan khusus. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pasangan Calon Presiden (Capres), Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres), Mahfud MD telah berkomitmen untuk fokus mendorong perkembangan ekonomi Papua dengan janji konkret berupa dukungan keuangan khusus.

Baca Juga: Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu di Papua Terus Ditingkatkan

Hal tersebut ditujukan dalam upaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi karena adanya perbedaan dalam hal pertumbuhan, pengembangan, dan akses terhadap sumber daya antar daerah.

Melalui redistribusi sumber daya, investasi infrastruktur , insentif pajak, serta dukungan keuangan khusus untuk Papua, Ganjar dan Mahfud berencana untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mengurangi kemiskinan, dan memperbaiki taraf hidup warga Papua.

Misi mereka berdua dalam mengurangi kesenjangan ekonomi-sosial di daerah merupakan tugas yang harus dijadikan prioritas karena kondisi kesenjangan di Indonesia yang memprihatinkan.

Baca Juga: Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud Terbentuk di Papua Tengah

Langkah-langkah yang akan dilakukan tersebut bertujuan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, mengurangi tingkat kemiskinan, dan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup warga, terutama yang berada dalam situasi paling membutuhkan.

Melalui pendekatan tersebut, Ganjar dan Mahfud akan membangun landasan yang kuat untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera di seluruh Indonesia, terlebih di Papua yang kesenjangannya sangat terasa.

Melihat dari kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Papua tahun 2022 berada di angka 61,39 yang berarti masih berada di level sedang. Bila ditarik secara Kabupaten atau Kota di Papua masih ada di daerah yang memiliki IPM sangat rendah seperti di Nduga yang angkanya hanya menyentuh 34,10.

Tingkat disparitas yang paling signifikan antara Kabupaten dan Kota jika dibandingkan antar Provinsi lainnya adalah Provinsi Papua. Perbedaan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antar Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua hampir mencapai angka 50.

Hal tersebut dibuktikan dari disparitas IPM antara Kota Jayapura yang merupakan tertinggi di Papua mencapai angka 80,61 dan Kabupaten Nduga dengan angka hanya sebesar 34,10 yang merupakan terendah di Papua.

Tantangan selanjutnya, adalah meskipun IPM di Papua meningkat secara signifikan, masyarakat Papua asli belum tentu mengalami peningkatan hidup nyata dari angka IPM tersebut. Hal tersebut diungkap oleh pemerhati ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF, Enny Sri Hartati di tahun 2019.

Fenomena tersebut terjadi bukan tanpa alasan, melainkan karena di Papua terjadi arus pendatang atau penduduk dari luar papua yang cukup tinggi terutama di kota-kota di Papua.

"Ketika kami melihat secara detail, orang asli Papua tidak ada peningkatan IPM secara signifikan. Kalau secara keseluruhan memang iya ada peningkatan karena di Papua terjadi arus pendatang atau penduduk dari luar Papua yang cukup tinggi terutama di kota-kota dan masuk ke perdagangan itu banyak banget," ungkap Enny.

Perhatian khusus kepada Papua memang sangat dibutuhkan, mengingat pembangunan yang kurang merata dan tertinggal jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya. Perhatian Ganjar Pranowo dan Mahfud MD terhadap Papua menunjukan komitmen mereka membangun pemerataan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Rekomendasi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved