Unilever Raup Laba Rp1,4 Triliun di Kuartal III-2023, Begini 5 Jurusnya
Rabu, 25 Oktober 2023 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mencatat Unilever Indonesia (UNVR) mencatat tingkat marjin kotor tertinggi dalam delapan kuartal terakhir, dengan tingkat Laba Sebelum Pajak dan Laba Per Saham yang kuat.
Pencapaian ini merupakan hasil dari serangkaian program optimalisasi di pabrik, distribusi, logistik dan promosi, serta didukung oleh harga komoditas yang lebih baik. Melihat berbagai indikator tersebut, kinerja Unilever di kuartal berjalan diprediksi masih akan tetap tumbuh.
Tambah Nafan, meski saat ini industri FMCG memiliki banyak kompetitor, Unilever diprediksi akan tetap memimpin pasar. Tambahnya, UNVR masih menjanjikan secara fundamental, dari perspektif jangka panjang, potensi pertumbuhan bisnis, potensi pendapatan, juga kinerja.
Hal tersebut dipengaruhi adanya katalis positif, seperti membaiknya kinerja sektor konsumsi juga daya di tanah air seiring pemulihan ekonomi. Beragam faktor itu, bisa memberikan katalis positif bagi UNVR.
Selain itu, sisi indeks keyakinan konsumen yang dirilis Bank Indonesia pada Juni 2023 berada pada level 127,1 menunjukan optimisme terkait perkembangan perekonomian ke depan. Hal ini, tentu saja positif bagi emiten FMCG, dimana indeks tersebut menentukan daya dorong konsumsi masyarakat secara umum.
Apalagi, UNVR juga terus menciptakan inovasi produk baru untuk menunjang kinerjanya, karena kompetisi sektor konsumsi untuk produk yang sama, dinamis dan kompetisi begitu ketat. "Positifnya, UNVR memiliki komitmen berinovasi lewat produk-produk/merek baru dan juga dari sisi promosinya juga oke, sehingga akan mendukung kinerja laba bersih ke depannya," jelas Nafan.
Selain menyampaikan pencapaian kinerja Q3 2023 yang positif, Unilever Indonesia juga mengumumkan keberlanjutan kepemimpinan yang akan efektif pada bulan Januari 2024 mendatang. Pola manajerial global berbasis unit bisnis akan segera sepenuhnya diterapkan di Indonesia, dengan demikian akan ada 5 unit bisnis yaitu: Beauty and Wellbeing, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream menjadikan tata kelola yang lebih fokus demi meraih potensi pertumbuhan kinerja yang optimal di Indonesia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari serangkaian program optimalisasi di pabrik, distribusi, logistik dan promosi, serta didukung oleh harga komoditas yang lebih baik. Melihat berbagai indikator tersebut, kinerja Unilever di kuartal berjalan diprediksi masih akan tetap tumbuh.
Tambah Nafan, meski saat ini industri FMCG memiliki banyak kompetitor, Unilever diprediksi akan tetap memimpin pasar. Tambahnya, UNVR masih menjanjikan secara fundamental, dari perspektif jangka panjang, potensi pertumbuhan bisnis, potensi pendapatan, juga kinerja.
Hal tersebut dipengaruhi adanya katalis positif, seperti membaiknya kinerja sektor konsumsi juga daya di tanah air seiring pemulihan ekonomi. Beragam faktor itu, bisa memberikan katalis positif bagi UNVR.
Selain itu, sisi indeks keyakinan konsumen yang dirilis Bank Indonesia pada Juni 2023 berada pada level 127,1 menunjukan optimisme terkait perkembangan perekonomian ke depan. Hal ini, tentu saja positif bagi emiten FMCG, dimana indeks tersebut menentukan daya dorong konsumsi masyarakat secara umum.
Apalagi, UNVR juga terus menciptakan inovasi produk baru untuk menunjang kinerjanya, karena kompetisi sektor konsumsi untuk produk yang sama, dinamis dan kompetisi begitu ketat. "Positifnya, UNVR memiliki komitmen berinovasi lewat produk-produk/merek baru dan juga dari sisi promosinya juga oke, sehingga akan mendukung kinerja laba bersih ke depannya," jelas Nafan.
Selain menyampaikan pencapaian kinerja Q3 2023 yang positif, Unilever Indonesia juga mengumumkan keberlanjutan kepemimpinan yang akan efektif pada bulan Januari 2024 mendatang. Pola manajerial global berbasis unit bisnis akan segera sepenuhnya diterapkan di Indonesia, dengan demikian akan ada 5 unit bisnis yaitu: Beauty and Wellbeing, Personal Care, Home Care, Nutrition, dan Ice Cream menjadikan tata kelola yang lebih fokus demi meraih potensi pertumbuhan kinerja yang optimal di Indonesia.
Lihat Juga :