alexametrics

Divestasi 51% Saham Freeport Direspons Negatif Investor AS

loading...
Divestasi 51% Saham Freeport Direspons Negatif Investor AS
Kesepakatan divestasi (melepas sebagian) 51% saham Freeport ke pemerintah Indonesia menurut analis direspon negatif pelaku pasar di bursa AS. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Tercapainya kesepakatan antara PT Freeport McMoran yang merupakan induk perusahaan dari Freeport Indonesia dengan pemerintah terkait perpanjangan izin operasional di tambang Grasberg hingga tahun 2041 dan divestasi (melepas sebagian) saham menurut analis direspon negatif pelaku pasar di bursa saham Amerika Serikat (AS). Namun, tidak halnya dengan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mengalami kenaikan.

"Mengapa hal tersebut terjadi? Hal ini dikarenakan, seperti yang disampaikan di atas, di mana pelaku pasar AS melihat bahwa adanya kesepakatan baru tersebut dapat membawa implikasi pada perubahan operasional kinerja Freeport," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (30/8/2017).

(Baca Juga: Realisasi Divestasi 51% Saham Freeport Masih Tunggu PP)



Reza menyampaikan, pelaku pasar khawatir, nantinya biaya yang akan menjadi beban Freeport akan meningkat dan pengendalian atas tambang di Papua akan berkurang dengan adanya kesepakatan divestasi 51% tersebut. Dengan adanya keputusan tersebut, maka hasil dari penambangan akan berkurang. "Jadi, dengan berkurangnya pemasukan pada Freeport akan berpengaruh pada kinerja nantinya," katanya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Penerimaan Negara dari Freeport Lebih Besar)

Sementara, hubungannya dengan ANTM, seperti yang kita ketahui bahwa antara ANTM dan Freeport termasuk penambang logam. Kedekatan bisnis yang dilakukan tersebut ternyata juga diwujudkan dengan adanya kerjasama antara ANTM, Freeport Indonesia serta PT Smelting untuk membangun precious metal refinery.

"Ini adalah pabrik pengolahan anoda slime menjadi dore, atau bahan emas lantakan di Gresik, Jawa Timur. Proyek tiga perusahaan yang kelak memiliki kapasitas pengolahan sebanyak 6.000 ton anoda slime per tahun ini, berada satu komplek dengan smelter baru Freeport di Gresik yang akan dibangun," paparnya.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak