Kontraktor Pertahanan Jerman Ketiban Durian Runtuh Rp3,2 Triliun di Tengah Perang Ukraina

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 15:55 WIB
loading...
Kontraktor Pertahanan...
Kontraktor pertahanan Jerman, Rheinmetall melaporkan peningkatan laba pada kuartal ketiga tahun 2023, seiring permintaan yang kuat untuk senjata dan amunisi di tengah perang Rusia Ukraina. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Kontraktor pertahanan Jerman , Rheinmetall melaporkan peningkatan laba pada kuartal ketiga tahun 2023, seiring permintaan yang kuat untuk senjata dan amunisi . Laba Rheinmetall diperkirakan bakal melampaui perkiraan konsensus sebesar 15%.

Baca Juga: Perang Ukraina Makin Mahal, Produsen Senjata Raksasa Jerman Kerek Harga Amunisi

Selanjutnya produsen senjata asal Jerman itu, akan melaporkan hasil lengkap laporan keuangan perusahaan pada 9 November, mendatang. Namun tidak merinci pesanan dari mana yang membantu kinerja Rheinmetall, sehingga bisa melampaui ekspektasi.

Baca Juga: 10 Perusahaan Pertahanan Teratas di Dunia pada Tahun 2023, No 1 Cetak Pendapatan Rp984,6 T

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa perang Rusia Ukraina telah memicu peningkatan dramatis dalam permintaan amunisi di seluruh industri.

Rheinmetall memproyeksikan, laba kuartal ketiga bakal mencapai 191 juta euro atau USD201,89 juta yang setara Rp3,2 triliun (Kurs Rp15.883/USD), dimana angka tersebut di atas perkiraan konsensus 165,4 juta euro, dan margin laba operasi 10,9% dibandingkan dengan konsensus 9,4%, mengutip skala ekonomi dari peningkatan volume.

Raksasa pembuat senjata asal Jerman itu menegaskan, perkiraan penjualan setahun penuh akan senilai 7,4 miliar hingga 7,6 miliar euro (senilai Rp127,4 triliun), dengan margin laba operasi sekitar 12%. Untuk pertama kalinya, hasil itu termasuk dari kontribusi pembuat amunisi Spanyol yang baru saja diakuisisi, Expal.

"Laba operasi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan disebabkan oleh dinamika pasar yang kuat dalam bisnis teknologi keamanan – terutama di divisi Senjata dan Amunisi," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

Kontraktor pertahanan telah menuai keuntungan tidak terduga ketika negara-negara Uni Eropa berebut memasok Ukraina, dalam memperkuat pertahanannya melawan Rusia, dan mengisi kembali stok amunisi yang dibiarkan berkurang sejak Perang Dingin.

Beberapa sistem andalan Rheinmetall telah dikerahkan di Ukraina, sementara negara-negara tetangga telah mengisi kembali sistem senjata yang telah mereka sumbangkan ke tetangga timur mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rekomendasi
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Larissa Chou Gugat Cerai...
Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi, Akhiri Pernikahan yang Dibina Sejak 2023
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved