65 Perusahaan Antre Cari Duit Rp11 Triliun di Pasar Modal
Senin, 30 Oktober 2023 - 14:10 WIB
loading...
65 Perusahaan antre masuk pasar modal. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyampaikan, hingga 27 Oktober 2023 masih terdapat 65 rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering ( IPO ). Nilai emisi rencana IPO tersebut ditaksir mencapai Rp11,34 triliun.
Baca juga: Modal Asuransi Bakal Diatur, OJK Bakal Buat Serupa Industri Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, minat penghimpunan dana di pasar modal, baik melalui IPO, penerbitan surat utang atau yang lainnya, masih tinggi. Angkanya mencapai Rp204,14 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 68 emiten.
Secara rinci, sebanyak 66 perusahaan melakukan IPO dengan nilai emisi sebesar Rp51,96 triliun. Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 19 penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi Rp37 triliun.
Lalu, sebanyak 9 penerbitan efek bersifat utang atau sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp7,97 triliun, serta penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi Rp107,21 triliun.
“Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 97 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,48 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan,” kata Inarno dalam konferensi pers daring pada Senin (30/10/2023).
Melansir laman e-ipo, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding, yakni PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Ikapharmindo Putramas Tbk, dan PT Mastersystem Infotama Tbk. Sementara PT Agro Bahari Nusantara Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2023.
Baca juga: Modal Asuransi Bakal Diatur, OJK Bakal Buat Serupa Industri Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, minat penghimpunan dana di pasar modal, baik melalui IPO, penerbitan surat utang atau yang lainnya, masih tinggi. Angkanya mencapai Rp204,14 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 68 emiten.
Secara rinci, sebanyak 66 perusahaan melakukan IPO dengan nilai emisi sebesar Rp51,96 triliun. Selanjutnya, total himpunan dana di pasar modal juga dikontribusikan oleh 19 penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi Rp37 triliun.
Lalu, sebanyak 9 penerbitan efek bersifat utang atau sukuk tercatat memiliki nilai emisi Rp7,97 triliun, serta penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap I, II dan seterusnya memiliki nilai emisi Rp107,21 triliun.
“Sementara itu, pipeline penawaran umum masih terdapat 97 dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp54,48 triliun, yang di antaranya merupakan rencana IPO oleh emiten baru sebanyak 65 perusahaan,” kata Inarno dalam konferensi pers daring pada Senin (30/10/2023).
Melansir laman e-ipo, saat ini terdapat tiga perusahaan yang tengah memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding, yakni PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Ikapharmindo Putramas Tbk, dan PT Mastersystem Infotama Tbk. Sementara PT Agro Bahari Nusantara Tbk akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 31 Oktober 2023.
Lihat Juga :