Bursa Saham Kebakaran, Gara-gara Suhu Politik? Ini Kata Analis

Rabu, 01 November 2023 - 17:52 WIB
loading...
Bursa Saham Kebakaran,...
IHSG anjlok sangat dalam. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Bursa saham memerah. Indeks harga saham gabungan ( IHSG ) bikin ketar-ketir. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG anjlok 1,63% sehingga kehilangan 109,79 poin dan berada di level 6.642.

Baca juga: Gawaaat! IHSG Hari Ini Terjungkal 1,63% ke 6.642

Pada penutupan perdagangan, 135 saham menguat, 450 saham melemah, dan 165 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp11,6 triliun dari 25,1 miliar saham yang diperdagangkan.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan IHSG babak belur di hari ini. Utamanya adalah faktor eksternal, yaitu kecemasan perang Israel-Hamas kian meluas sehingga mengakibatkan kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Kita lihat sentimen pelaku pasar masih merespons negatif konlik Israel. Pelaku pasar melihat perang bisa meluas sehingga menimbulkan ancaman resesi global," kata Reza Priyambada, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Rabu (1/11/2023).

Reza menambahkan, penyebab selanjutnya adalah peningkatan suku bunga The Fed, bank sentral Amerika Serikat. Kenaikan Fed Fund Rate memengaruhi pelaku pasar sehingga mengakibatkan capital outflow.

"Pelaku pasar panik, menarik dana, terjadi capital outflow," jelas Reza.

Dolar yang naik juga membuat pelaku pasar cemas. Kenaikan dolar direspons oleh sejumlah bank sentral dengan menaikkan suku bunganya sehingga berimbas pada pelarian modal juga.

Salah satu instrumen yang bisa dilepas pelaku pasar, terutama asing adalah saham. Dari situ, asing kemudian memborong dolar untuk dikirim ke AS yang menawarkan imbal hasil lebih menarik sehingga rupiah terjerembab.

Sementara, dari dalam negeri sendiri, sejatinya masih ada sejumlah sentimen positf yang berseliweran. Di antaranya, rilis kinerja sejumlah emiten dan penerimaan negara yang positif.

"Kalah oleh sentimen eksternal," tambah Reza.

Lantas apakah situasi politik saat ini menjadi pemicu anjloknya bursa saham? Menurut Reza, pelaku pasar masih berada pada posisi wait and see, dan mencerna program dari masing-masing pasangan capres dan cawapres.

Baca juga: Harus Bayar Rp169.000 Per Bulan, Pengguna Facebook dan Instagram di Eropa Ngamuk

"Mereka masih menilai program-program itu rill atau tidak. Pelaku pasar masih menilai sejalan dengan pemerintahan sekarang atau tidak, seperti hilirisasi, pembangunan IKN, dan pemerataan. Belum terlalu berpengaruh, dari sisi pasangan masih melakukan pendekatan," tandas Reza.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved