Giliran Pengusaha Warteg Keluhkan Harga Sayuran
Kamis, 02 November 2023 - 21:40 WIB
loading...
Pengusaha warteg keluhakan kenaikan harga sayuran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) Mukroni mengakui saat ini harga sayur-mayur di pasar tradisional terus mengalami peningkatan. Padahal harga pangan tersebut menjadi pengeluaran utama pengusaha warteg.
Baca juga: Warteg Naikkan Harga Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar, Asal Jangan Terlalu Tinggi
Mukroni menjelaskan saat ini beberapa harga komoditas yang menjadi bahan dasar pengusaha warteg kompak naik, seperti cabai, sayur mayur, minyak goreng, dan lainnya.
"Sayuran pada naik sekarang ini, seperti kangkung, bayam, terus beras ada kenaikan, yang berat ini sayuran ikut naik," ujar Mukroni saat dihubungi MNC Portal, Kamis (2/11/2023).
Beberapa sayuran yang kenaikan harganya sangat terasa adalah kangkung. Jika sebelumnya hanya Rp8 ribu per ikat, kini menjadi Rp13 ribu per ikat. Buncis yang sebelumnya Rp25 ribu per ikat menjadi Rp33 ribu per ikat, brokoli yang sebelumnya Rp30 ribu per kg kini Rp40 ribu per kg.
Baca juga: Warteg Naikkan Harga Imbas Beras Mahal, Partai Perindo: Wajar, Asal Jangan Terlalu Tinggi
Mukroni menjelaskan saat ini beberapa harga komoditas yang menjadi bahan dasar pengusaha warteg kompak naik, seperti cabai, sayur mayur, minyak goreng, dan lainnya.
"Sayuran pada naik sekarang ini, seperti kangkung, bayam, terus beras ada kenaikan, yang berat ini sayuran ikut naik," ujar Mukroni saat dihubungi MNC Portal, Kamis (2/11/2023).
Beberapa sayuran yang kenaikan harganya sangat terasa adalah kangkung. Jika sebelumnya hanya Rp8 ribu per ikat, kini menjadi Rp13 ribu per ikat. Buncis yang sebelumnya Rp25 ribu per ikat menjadi Rp33 ribu per ikat, brokoli yang sebelumnya Rp30 ribu per kg kini Rp40 ribu per kg.
Lihat Juga :