Wujudkan Strategi Jangka Panjang, Danamon Terus Perkuat Likuiditas
Kamis, 02 November 2023 - 21:20 WIB
loading...
Danamon terus memperkuat likuiditasnya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk ( Danamon ) terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat likuiditas bank secara keseluruhan dan tumbuh bersama nasabah. Salah satu terobosan adalah dengan program DHB (Danamon Hadiah Beruntun) yang lebih inklusif.
Baca juga: Yuk Pahami Modus Kejahatan Perbankan yang Kian Marak
"Selain tingkat partisipasi yang positif, program DHB sebelumnya juga turut berhasil menumbuhkan bisnis consumer banking Danamon sepanjang periode April—September 2023," kata Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, dikutip Kamis (2/11/2023).
Menurut Ivan, program itu sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berfokus pada pertumbuhan basis nasabah consumer banking secara organik dan berkelanjutan. Keberhasilan DHB turut mendorong kinerja keuangan selama kuartal III-2023.
Pihaknya membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi senilai Rp2,6 triliun sepanjang 9 bulan pada tahun ini. "NIM pun berhasil tumbuh sebesar 26 basis poin YoY, dengan pendapatan operasional meningkat sebesar 7% YoY menjadi Rp13,3 triliun," urainya.
Baca juga: Yuk Pahami Modus Kejahatan Perbankan yang Kian Marak
"Selain tingkat partisipasi yang positif, program DHB sebelumnya juga turut berhasil menumbuhkan bisnis consumer banking Danamon sepanjang periode April—September 2023," kata Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, dikutip Kamis (2/11/2023).
Menurut Ivan, program itu sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang yang berfokus pada pertumbuhan basis nasabah consumer banking secara organik dan berkelanjutan. Keberhasilan DHB turut mendorong kinerja keuangan selama kuartal III-2023.
Pihaknya membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi senilai Rp2,6 triliun sepanjang 9 bulan pada tahun ini. "NIM pun berhasil tumbuh sebesar 26 basis poin YoY, dengan pendapatan operasional meningkat sebesar 7% YoY menjadi Rp13,3 triliun," urainya.
Lihat Juga :