5 Perusahaan Senjata AS yang Kangkangi Bisnis Militer Dunia: Kantongi Pendapatan Ribuan Triliun

Minggu, 05 November 2023 - 14:45 WIB
loading...
A A A
Pada 2022 perusahaan didirikan pada 1952 ini meraih pendapatan sebesar USD39,41 miliar atau sekitar Rp610,8 triliun. General Dynamics adalah kontraktor kedirgantaraan dan pertahanan tepercaya yang menawarkan berbagai macam produk untuk penerbangan, kendaraan tempur, pembuatan kapal, dan produk inovatif lainnya.

Perusahaan ini mengoperasikan beberapa unit bisnis dan anak perusahaan, yang diorganisasikan ke dalam empat kelompok bisnis utama: (1) Dirgantara; (2) Sistem Kelautan; (3) Sistem Tempur; dan (3) Teknologi.

Sebagai produsen senjata dan produk terkemuka, seperti Stryker, M1 Abrams, kapal selam serang kelas Virginia, dan kendaraan tempur canggih, General Dynamics menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari berbagai kontrak pertahanan bernilai jutaan dari Angkatan Udara, Marinir AS. Korps, Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan departemen pertahanan.

Anak perusahaan General Dynamics, General Dynamics Information Technology, menerima kontrak 10 tahun dari Badan Intelijen Geospasial Nasional. Berdasarkan kontrak Layanan Pengguna dan Pusat Data senilai USD4,4 miliar, perusahaan tersebut mendukung berbagai infrastruktur TI dan geospasial untuk Departemen Pertahanan dan Komunitas Intelijen.

5. Northrop Grumman

Juru kunci lima besar dipegang oleh Northrop Grumman. Perusahaan yang didirikan pada 1930 ini mengantongi pendapatan sebesar USD36,6 billion atau Rp567,3 triliun.

Northrop Grumman membangun, mengembangkan, dan menjual senjata paling canggih di di dunia, termasuk pesawat mutakhir, sistem luar angkasa generasi terbaru, solusi keamanan siber, dan banyak lagi. Northrop Grumman adalah pionir dengan kemampuan di bidang udara, dunia maya, darat, laut, luar angkasa, multi-domain, dan senjata canggih.

Beberapa produk yang diproduksinya antara lain pembom siluman B-2, pesawat X-47B, dan modul Lunar untuk pemerintah AS. Perusahaan ini juga melayani lebih dari 25 negara, termasuk Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

Baca juga: Aksi Bela Palestina, Puan Maharani Mengutuk Keras Tindakan Israel

Northrop Grumman mendapat kontrak senilai USD80 miliar untuk membangun pembom serang jarak jauh generasi berikutnya untuk Angkatan Udara AS. Perusahaan tersebut mendapatkan kontrak itu setelah Pentagon menemukan keunggulannya dalam pembom siluman B-2 Spirit miliknya, yang dinobatkan sebagai pesawat paling mampu bertahan di dunia.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved