Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Senin, 06 November 2023 - 12:56 WIB
loading...
A
A
A
Jonan melanjutkan program-program yang telah dilakukan saat ia menjadi Dirut PT KAI, seperti revitalisasi infrastruktur transportasi, peningkatan pelayanan publik, pengembangan transportasi massal, dan penegakan hukum terhadap pelanggaran transportasi.
Namun, Jonan tidak lama menjadi Menteri Perhubungan karena diberhentikan pada 27 Juli 2016. Ia kemudian dipindah tugaskan oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia ke-17.
Jonan menggantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan karena masalah kewarganegaraan. Sebagai Menteri ESDM, Jonan mengemban tugas untuk mengelola sumber daya alam Indonesia, seperti minyak, gas, batubara, mineral, dan panas bumi.
Jonan juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kemandirian energi nasional, mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor ESDM, serta melindungi lingkungan hidup dari dampak eksploitasi ESDM.
Jabatannya sebagai menteri berakhir hingga Kabinet Indonesia Kerja dibubarkan. Jonan meninggalkan kariernya sebagai menteri pada 20 Oktober 2019.
Setelah tidak menjadi menteri, Jonan tidak berhenti berkontribusi bagi Indonesia. Ia tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga besar Kereta Api Indonesia dan memberikan masukan dan saran untuk pengembangan perkeretaapian di Indonesia.
Selama mengabdi dan berkontribusi kepada negara, Jonan telah banyak mendapatkan serangkaian penghargaan dan prestasi. Beberapa di antaranya seperti Bintang Mahaputera Adipradana (2020), Chevalier of the National Order of Legion of Honour (2016) Prancis, dan Order of the Rising Sun Gold and Silver Star (2022) Jepang.
Namun, Jonan tidak lama menjadi Menteri Perhubungan karena diberhentikan pada 27 Juli 2016. Ia kemudian dipindah tugaskan oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia ke-17.
4. Karier sebagai Menteri ESDM
Jonan menggantikan Arcandra Tahar yang diberhentikan karena masalah kewarganegaraan. Sebagai Menteri ESDM, Jonan mengemban tugas untuk mengelola sumber daya alam Indonesia, seperti minyak, gas, batubara, mineral, dan panas bumi.
Jonan juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kemandirian energi nasional, mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor ESDM, serta melindungi lingkungan hidup dari dampak eksploitasi ESDM.
Jabatannya sebagai menteri berakhir hingga Kabinet Indonesia Kerja dibubarkan. Jonan meninggalkan kariernya sebagai menteri pada 20 Oktober 2019.
5. Karier setelah Menjadi Menteri
Setelah tidak menjadi menteri, Jonan tidak berhenti berkontribusi bagi Indonesia. Ia tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga besar Kereta Api Indonesia dan memberikan masukan dan saran untuk pengembangan perkeretaapian di Indonesia.
Selama mengabdi dan berkontribusi kepada negara, Jonan telah banyak mendapatkan serangkaian penghargaan dan prestasi. Beberapa di antaranya seperti Bintang Mahaputera Adipradana (2020), Chevalier of the National Order of Legion of Honour (2016) Prancis, dan Order of the Rising Sun Gold and Silver Star (2022) Jepang.
(okt)
Lihat Juga :