Ekonomi RI Tak Tumbuh Sampai 5%, Pengamat: Pejabat Sibuk Ngurus Politik
Selasa, 07 November 2023 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sekitar 273 orang, dan sekitar 100 juta di antaranya adalah penduduk kelas menengah yang sudah memiliki penghasilan. Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat sarat ditopang oleh faktor konsumsi.
Namun faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi lain, seperti investasi, belanja pemerintah, ekspor dan impor, dinilai Didik masih kurang kontribusi pemerintah untuk mendorong faktor tersebut. Misalnya pasar ekspor dan impor pada kuartal III 2023 tercatat mengalami kontraksi. Ekspor terkontraksi 4,26% dan impor terkontraksi 6,18%.
Padahal di tengah adanya pelemahan permintaan ekspor dari negara-negara lain, pemerintah seharusnya bisa mencari atau melakukan ekspansi pasar ke negara lain yang ekonomi masih membaik.
"Yang selalu diandalkan infrastruktur, tapikan jangka panjang, tidak ada spesifik, kebijakan pemerintah yang bagus dan mendorong pertumbuhan ekonomi itu tidak ada, atau tidak kelihatan," kata Didik.
"Kita memerlukan dorongan eksternal untuk tumbuh, pertama ekspor, itu bisa mendongkrak investasi, bisa menerima cadangan devisa, bisa memperkuat rupiah, cadangan dolar, itu semua terganjal oleh faktor faktor yang saat ini terjadi, seperti suku unga tinggi, nilai tukar, dan di internalnya seperti itu, ada faktor politik. Itulah hal-hal yang menyebabkan ekonomi segitu saja, tapi itu juga keberuntungan," pungkasnya.
Namun faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi lain, seperti investasi, belanja pemerintah, ekspor dan impor, dinilai Didik masih kurang kontribusi pemerintah untuk mendorong faktor tersebut. Misalnya pasar ekspor dan impor pada kuartal III 2023 tercatat mengalami kontraksi. Ekspor terkontraksi 4,26% dan impor terkontraksi 6,18%.
Padahal di tengah adanya pelemahan permintaan ekspor dari negara-negara lain, pemerintah seharusnya bisa mencari atau melakukan ekspansi pasar ke negara lain yang ekonomi masih membaik.
"Yang selalu diandalkan infrastruktur, tapikan jangka panjang, tidak ada spesifik, kebijakan pemerintah yang bagus dan mendorong pertumbuhan ekonomi itu tidak ada, atau tidak kelihatan," kata Didik.
"Kita memerlukan dorongan eksternal untuk tumbuh, pertama ekspor, itu bisa mendongkrak investasi, bisa menerima cadangan devisa, bisa memperkuat rupiah, cadangan dolar, itu semua terganjal oleh faktor faktor yang saat ini terjadi, seperti suku unga tinggi, nilai tukar, dan di internalnya seperti itu, ada faktor politik. Itulah hal-hal yang menyebabkan ekonomi segitu saja, tapi itu juga keberuntungan," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :