Harga Cabai Kian Pedas, Partai Perindo Minta Pemerintah Atur Tata Niaga dan Perbanyak Stok

Selasa, 07 November 2023 - 15:51 WIB
loading...
Harga Cabai Kian Pedas,...
Juru Bicara Nasional Partai Perindo, Yerry Tawalujan mengomentari, pernyataan Mendag terkait tingginya harga cabai rawit merah di sejumlah daerah hingga menyentuh Rp100 ribu per kilogram untuk membantu petani. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo , Yerry Tawalujan mengomentari, pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan terkait tingginya harga cabai rawit merah di sejumlah daerah hingga menyentuh Rp100 ribu per kilogram untuk membantu petani.

Baca Juga: Redam Kenaikan Harga, 5 Pasar di Jakarta Bakal Diguyur 2,4 Ton Cabai Rawit Merah

Yerry menjelaskan, harga cabai rawit merah melonjak tinggi disebabkan karena kemarau panjang dan kekeringan. Sehingga menyebabkan hasil panen cabai rendah dan harga melonjak naik.

"Jadi tidak sepenuhnya benar kalau tingginya harga menguntungkan petani cabai. Kan produknya sedikit, jadi petani tidak bisa untung banyak," kata Yerry kepada wartawan, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga: Harga Beras dan Cabai Naik, Partai Perindo Minta Pemerintah Fokus Kendalikan Gejolak Komoditas Pangan

Yerry -yang akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini- mendorong agar Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sebaiknya mengatur tata kelola niaga cabai dengan membuka keran impor untuk memperbanyak stok cabai dalam negeri.

"Sebagai langkah preventif, kami usulkan pihak Kementerian Perdagangan untuk impor cabai untuk mengamankan stok. Kalau ketersediaan barang tinggi, harga cabai bisa turun," ujar dia.

Dengan demikian, Yerry menyarankan agar Mendag jangan terlalu cepat bersikap tidak mengapa harga cabai melonjak tinggi demi keuntungan petani. Karena selain petani cabai belum tentu untung, jutaan keluarga yang selera makannya bergantung pada cabai juga menderita karena harganya tinggi.

Menurut Yerry, Pemerintah bisa saja impor cabai dari China sebagai negara penghasil cabai terbesar dunia. Sebagai perbandingan, menurut data Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO), produksi cabai China per tahun mencapai 15,8 juta ton. Sedangkan produksi cabai Indonesia hanya 1,8 juta ton.

"Kami sarankan kita impor saja dulu dari China. Atau bisa juga dari Turki dan Meksiko. Yang penting stok cabai di musim kemarau ini aman. Kalau sudah musim penghujan dan stok cabai normal, impornya dihentikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Mendag Zulkifli Hasan menilai, kenaikan harga cabai rawit merah yang di beberapa daerah sebagai fenomena yang sesekali terjadi untuk membantu petani.

Zulkifli Hasan menilai tidak masalah apabila harga jual cabai rawit di pasaran mengalami kenaikan beberapa kali dalam setahun. Hal tersebut demi membantu petani agar tidak terlalu merugi sehingga memungkinkan menjual tanah atau lahan pertanian mereka untuk bertahan.

"Cabai enggak apa-apa mahal sekali-sekali," kata Zulkifli Hasan dikutip dari Antara, Senin (6/11/2023).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu usai Lebaran 2026, Mendag Ungkap Biang Keroknya
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Pertalite dan Pertamax dari SPBU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved