Ekonomi Jakarta Melambat di Kuartal III-2023 Usai Konsumsi Pemerintah Terkontraksi
Selasa, 07 November 2023 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
Konsumsi Pemerintah yang tumbuh negatif, lanjut Arlyana dipengaruhi oleh kontraksi pada belanja pegawai serta belanja barang dan jasa sejalan dengan gaji ke-13 yang dibayarkan lebih awal pada triwulan II 2023 serta normalisasi belanja barang dan jasa untuk penanganan COVID-19.
Selain itu, perlambatan juga terjadi pada kinerja ekspor yang pada triwulan III 2023 tumbuh 5,82% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (8,93% yoy).
Perlambatan demikian dipengaruhi oleh kontraksi pada ekspor barang terutama untuk komoditas produk kimia, ikan dan udang, serta lemak dan minyak hewan/nabati seiring dengan tertahannya ekonomi China.
Sementara investasi tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 4,17% (yoy) dari triwulan sebelumnya sebesar 4,22% (yoy). Tertahannya kinerja investasi terutama dipengaruhi, masih kata Arlyana disebabkan menurunnya kinerja investasi swasta sejalan dengan wait and see investor jelang Pemilu 2024.
“Di sisi lain, permintaan domestik di DKI Jakarta masih tumbuh kuat, tercermin dari kinerja konsumsi rumah tangga yang tumbuh meningkat dari 5,26% (yoy) menjadi 5,49% (yoy) didorong oleh pelaksanaan berbagai MICE dan event yang dilaksanakan di DKI Jakarta pada triwulan III 2023,” terangnya.
Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, melambatnya pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama disebabkan oleh melambatnya kinerja LU perdagangan dengan pertumbuhan sebesar 3,99% (yoy) pada triwulan III 2023, lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (4,67% yoy).
Lebih rendahnya kinerja LU perdagangan tercermin dari menurunnya kinerja beberapa indikator ekonomi seperti penjualan mobil dan kredit pada sektor perdagangan.
Selain itu, perlambatan juga terjadi pada kinerja ekspor yang pada triwulan III 2023 tumbuh 5,82% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (8,93% yoy).
Perlambatan demikian dipengaruhi oleh kontraksi pada ekspor barang terutama untuk komoditas produk kimia, ikan dan udang, serta lemak dan minyak hewan/nabati seiring dengan tertahannya ekonomi China.
Sementara investasi tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 4,17% (yoy) dari triwulan sebelumnya sebesar 4,22% (yoy). Tertahannya kinerja investasi terutama dipengaruhi, masih kata Arlyana disebabkan menurunnya kinerja investasi swasta sejalan dengan wait and see investor jelang Pemilu 2024.
“Di sisi lain, permintaan domestik di DKI Jakarta masih tumbuh kuat, tercermin dari kinerja konsumsi rumah tangga yang tumbuh meningkat dari 5,26% (yoy) menjadi 5,49% (yoy) didorong oleh pelaksanaan berbagai MICE dan event yang dilaksanakan di DKI Jakarta pada triwulan III 2023,” terangnya.
Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, melambatnya pertumbuhan ekonomi Jakarta terutama disebabkan oleh melambatnya kinerja LU perdagangan dengan pertumbuhan sebesar 3,99% (yoy) pada triwulan III 2023, lebih rendah dibandingkan triwulan lalu (4,67% yoy).
Lebih rendahnya kinerja LU perdagangan tercermin dari menurunnya kinerja beberapa indikator ekonomi seperti penjualan mobil dan kredit pada sektor perdagangan.
Lihat Juga :