Ekonomi Jakarta Melambat di Kuartal III-2023 Usai Konsumsi Pemerintah Terkontraksi
Selasa, 07 November 2023 - 12:11 WIB
loading...
Ekonomi Jakarta pada triwulan III-2023 mengalami perlambatan dipengaruhi oleh konsumsi Pemerintah yang terkontraksi serta perlambatan ekspor dan investasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonomi Jakarta pada triwulan III-2023 mengalami perlambatan sebesar 0,19%. Hal ini disebabkan beberapa faktor, yaitu perdagangan, transportasi, serta jasa lainnya.
Baca Juga: BI: Ekonomi Jakarta di 2023 Akan Tetap Tumbuh di Kisaran 4,8%-5,6%
Hal itu terungkap usai dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), terungkap perekonomian DKI Jakarta dengan pangsa 16,62% terhadap nasional, pada triwulan III 2023 tumbuh sebesar 4,94% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III-2022 (5,13% yoy).
“Perlambatan ekonomi DKI Jakarta terutama dipengaruhi oleh konsumsi Pemerintah yang terkontraksi serta perlambatan ekspor dan investasi ,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Arlyana Abubakar dalam siaran persnya, Selasa (7/11/2023).
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Aktivitas Parpol Pacu Ekonomi Jakarta
Sekalipun kinerja konsumsi rumah tangga masih tumbuh kuat. Namun perlambatan terutama bersumber dari menurunnya kinerja Lapangan Usaha (LU) Perdagangan, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Jasa lainnya. Sementara LU utama lainnya seperti industri pengolahan, konstruksi, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan mengalami peningkatan.
“Dari sisi permintaan, konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 15,87% (yoy), lebih rendah dari triwulan lalu yang tumbuh positif (6,06% yoy),” jelasanya.
Baca Juga: BI: Ekonomi Jakarta di 2023 Akan Tetap Tumbuh di Kisaran 4,8%-5,6%
Hal itu terungkap usai dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), terungkap perekonomian DKI Jakarta dengan pangsa 16,62% terhadap nasional, pada triwulan III 2023 tumbuh sebesar 4,94% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III-2022 (5,13% yoy).
“Perlambatan ekonomi DKI Jakarta terutama dipengaruhi oleh konsumsi Pemerintah yang terkontraksi serta perlambatan ekspor dan investasi ,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Arlyana Abubakar dalam siaran persnya, Selasa (7/11/2023).
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Aktivitas Parpol Pacu Ekonomi Jakarta
Sekalipun kinerja konsumsi rumah tangga masih tumbuh kuat. Namun perlambatan terutama bersumber dari menurunnya kinerja Lapangan Usaha (LU) Perdagangan, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU Jasa lainnya. Sementara LU utama lainnya seperti industri pengolahan, konstruksi, informasi dan komunikasi, serta jasa keuangan mengalami peningkatan.
“Dari sisi permintaan, konsumsi Pemerintah mengalami kontraksi sebesar 15,87% (yoy), lebih rendah dari triwulan lalu yang tumbuh positif (6,06% yoy),” jelasanya.
Lihat Juga :