Berniat Hengkang dari Bursa, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim
Rabu, 08 November 2023 - 20:09 WIB
loading...
BEI akan memanggil emiten yang akan delisting. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Rencana penghapusan pencatatan saham sukarela (delisting) dari PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mendapat sorotan dari Bursa Efek Indonesia ( BEI ). Selaku regulator, bursa bakal memanggil perusahaan jalan tol milik Grup Salim itu untuk menjelaskan alasannya.
Baca juga: 46 Tahun Pasar Modal Indonesia, Jumlah Emiten Tembus 900
"Tentu setelah ini kami akan proses untuk hearing dulu, dengar pendapat, apa yang menjadi background dilakukannya voluntary delisting," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).
Sesuai aturan bursa, perseroan yang berniat menghapus sahamnya diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali saham yang beredar atau buyback. Nyoman menilai buyback perlu dilakukan META, dengan catatan harga pembelian kembali masih bersifat wajar.
"Buyback saham itu penting kita lakukan agar ada komitmen perlindungan investor," tegas Nyoman.
Sebagai catatan, voluntary delisting, yakni delisting saham secara sukarela, merupakan penghapusan pencatatan saham yang diajukan oleh emiten sendiri karena alasan tertentu.
Manajemen META belum memberikan alasan di balik go-privatenya tersebut, setidaknya hingga Rabu (8/11/2023) di keterbukaan informasi.
Baca juga: 46 Tahun Pasar Modal Indonesia, Jumlah Emiten Tembus 900
"Tentu setelah ini kami akan proses untuk hearing dulu, dengar pendapat, apa yang menjadi background dilakukannya voluntary delisting," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).
Sesuai aturan bursa, perseroan yang berniat menghapus sahamnya diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali saham yang beredar atau buyback. Nyoman menilai buyback perlu dilakukan META, dengan catatan harga pembelian kembali masih bersifat wajar.
"Buyback saham itu penting kita lakukan agar ada komitmen perlindungan investor," tegas Nyoman.
Sebagai catatan, voluntary delisting, yakni delisting saham secara sukarela, merupakan penghapusan pencatatan saham yang diajukan oleh emiten sendiri karena alasan tertentu.
Manajemen META belum memberikan alasan di balik go-privatenya tersebut, setidaknya hingga Rabu (8/11/2023) di keterbukaan informasi.
Lihat Juga :