Semester I/2020, Mandiri Tunas Finance Salurkan Pembiayaan Rp8,84 T
Kamis, 06 Agustus 2020 - 13:35 WIB
loading...
PT Mandiri Tunas Finance pada semester I/2020 berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis perekonomian global dan berdampak bagi aktivitas dan mobilitas seluruh masyarakat. Dalam kondisi tersebut, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) tetap menjalankan bisnis pembiayaan kendaraan bermotornya secara selektif dan berhati-hati.
Dengan demikian, MTF mampu mempertahankan posisi perusahaan tetap kuat, terutama dari sisi finansial, yang tercermin dalam laporan keuangan semester I/2020. Per akhir Juni 2020, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun.
"Dampak pandemi Covid-19 terasa di triwulan II/2020, dimana pembiayaan baru turun signifikan mulai bulan April 2020. Namun kami optimistis di triwulan ketiga perekonomian akan mulai pulih," ungkap Direktur Keuangan MTF Armendra dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2020).
(Baca Juga: Terdampak Corona, MTF Restrukturisasi Pembiayaan Kendaraan Pelanggan)
Optimisme tersebut, jelas Armendra, didasari dengan adanya berbagai upaya pemerintah untuk menangani Covid-19, seperti relaksasi terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta diawali adanya tren peningkatan new lending MTF antara 13-25% dari Mei hingga Juli 2020.
Dengan demikian, MTF mampu mempertahankan posisi perusahaan tetap kuat, terutama dari sisi finansial, yang tercermin dalam laporan keuangan semester I/2020. Per akhir Juni 2020, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun.
"Dampak pandemi Covid-19 terasa di triwulan II/2020, dimana pembiayaan baru turun signifikan mulai bulan April 2020. Namun kami optimistis di triwulan ketiga perekonomian akan mulai pulih," ungkap Direktur Keuangan MTF Armendra dalam keterangan resminya, Kamis (6/8/2020).
(Baca Juga: Terdampak Corona, MTF Restrukturisasi Pembiayaan Kendaraan Pelanggan)
Optimisme tersebut, jelas Armendra, didasari dengan adanya berbagai upaya pemerintah untuk menangani Covid-19, seperti relaksasi terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembentukan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta diawali adanya tren peningkatan new lending MTF antara 13-25% dari Mei hingga Juli 2020.
Lihat Juga :