Bos GOTO Tebus 66.475.900 Saham dengan Harga Rp2 per Lembar, Siapa Ya?
Kamis, 09 November 2023 - 20:58 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai catatan, program ini memberikan opsi saham kepada sejumlah stakeholders GOTO. Sebagai salah satu pemegang saham, GoTo Peopleverse Fund (GPF) memberikan opsi saham karyawan, konsultan, mantan karyawan, anggota direksi, dan dewan komisaris perseroan, termasuk Pablo.
Opsi saham tersebut memberikan hak kepada setiap pemegang opsi untuk memiliki saham GOTO yang sebelumnya dimiliki dan dikelola oleh GPF. Setelah dikonversi, Pablo memiliki secara langsung saham GOTO yang terdaftar atas namanya.
"Pablo telah melaksanakan opsi saham yang dimilikinya tersebut dengan cara memberikan pemberitahuan kepada GPF dan membayar harga pelaksanaan kepada GPF," paparnya.
Sebelumnya, beredar sebuah postingan liar di sejumlah media sosial hingga forum investor mengenai surat berkop Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi kabar rencana Reverse Stock Split (RSS) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dalam surat tersebut tertulis keterangan GOTO mau melakukan RSS pada harga Rp450. Saat dikonfirmasi, BEI menegaskan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar.
"Ini Hoaks. Berita itu tidak benar," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy.
Opsi saham tersebut memberikan hak kepada setiap pemegang opsi untuk memiliki saham GOTO yang sebelumnya dimiliki dan dikelola oleh GPF. Setelah dikonversi, Pablo memiliki secara langsung saham GOTO yang terdaftar atas namanya.
"Pablo telah melaksanakan opsi saham yang dimilikinya tersebut dengan cara memberikan pemberitahuan kepada GPF dan membayar harga pelaksanaan kepada GPF," paparnya.
Sebelumnya, beredar sebuah postingan liar di sejumlah media sosial hingga forum investor mengenai surat berkop Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi kabar rencana Reverse Stock Split (RSS) saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dalam surat tersebut tertulis keterangan GOTO mau melakukan RSS pada harga Rp450. Saat dikonfirmasi, BEI menegaskan bahwa kabar tersebut adalah tidak benar.
"Ini Hoaks. Berita itu tidak benar," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy.
Lihat Juga :