Ganjar Janji Dorong Perkembangan Ekonomi Kreatif, Ini Manfaatnya Bagi Negara

Selasa, 14 November 2023 - 10:46 WIB
loading...
A A A
“Banyak seniman kita hebat berkelas dunia, kenapa kita tidak memanfaatkan itu. Mereka dipuja di seluruh dunia dan itu pasti akan menjadi brand, tidak hanya untuk dirinya, tapi kalau kita tarik untuk negara, kita bisa berkolaborasi menyampaikan pesan tentang Indonesia keluar,” kata Ganjar.

Ia akan mendorong potensi pengembangan ekraf yang sangat memungkinkan untuk ditingkatkan dengan meningkatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk ekraf. Peningkatan alokasi anggaran dalam APBN bertujuan untuk mendukung pertumbuhan pelaku dan industri ekraf di dalam negeri.

Saat ini, alokasi anggaran untuk sektor pariwisata dan ekraf dalam APBN hanya sekitar 0,16 persen, setara dengan Rp3,6 triliun. Ganjar mengemukakan bahwa kendala utama dalam memperkuat industri ekraf adalah kurangnya dukungan keuangan dari pemerintah, terutama untuk kegiatan seperti penyelenggaraan event berskala nasional yang memiliki potensi untuk pengembangan lebih lanjut. Ganjar mengamati bahwa saat ini sudah banyak event nasional yang telah berhasil diselenggarakan dengan baik.

“Cuma keluhannya sama, dukungan pemerintah. Makanya, dukungan apa yang diperlukan? Uang. Maka, perlu budget, perlu anggaran, untuk bisa membuka ruang festival agar industri kreatif kita bisa muncul,” ujar Ganjar.

Manfaat Ekonomi Kreatif

Sektor ekonomi kreatif menjadi semakin penting dan diupayakan di banyak negara saat ini, dipicu oleh kebutuhan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Secara umum, ekonomi kreatif berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran dan inovasi terkini, baik dalam bentuk layanan maupun produk.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian suatu negara. Ekonomi kreatif dianggap memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
Defisit APBN Semester...
Defisit APBN Semester I 2026 Capai Rp196,5 Triliun
Mendagri Paparkan Kinerja...
Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Rekomendasi
Ditransfer Ruben Onsu...
Ditransfer Ruben Onsu Rp75 Juta, Sarwendah Dikabarkan Protes
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Berita Terkini
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved