alexametrics

Kupon yang Ditawarkan Rendah, ORI014 Tidak Capai Target

loading...
Kupon yang Ditawarkan Rendah, ORI014 Tidak Capai Target
Kupon yang ditawarkan rendah, ORI014 tidak mencapai target. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Obligasi Negara Ritel seri ORI014 sebesar Rp8,94 triliun dengan total pemesanan yang masuk mencapai Rp8,97 triliun. Adapun jumlah pemesan ORI014 terbesar berada pada kisaran Rp5 juta sampai Rp100 juta atau sekitar 44,73%.

Penjualan ORI014 yang masa penawarannya mulai 29 September hingga 19 Oktober 2017, dilakukan melalui 19 agen penjualan yang telah ditunjuk oleh pemerintah, terdiri dari 18 bank dan satu perusahaan sekuritas.

Angka sebesar Rp8,94 triliun ini jauh di bawah target yang ditentukan, yaitu sebesar Rp13 triliun. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan menjelaskan tidak sesuainya target pencapaian ORI014, lantaran kupon yang ditawarkan relatif lebih rendah, sehingga mempengaruhi minat masyarakat yang akan membeli ORI.



"Memang tidak sebesar target Rp13 triliun yang kami canangkan di awal. Kami menyadari kemungkinan karena masih menyesuaikan dengan tingkat bunga yang rendah," kata dia di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Hal ini, aku Robert, ditengarai karena kupon yang ditawarkan untuk ORI014 memiliki tingkat suku bunga yang menurun dibanding sebelumnya.

"Kuponnya mungkin. Kan sekarang kecenderungan di Indonesia tingkat suku bunga menurun. Kupon kali ini 5,85%, tergolong terendah selama ini. Karena memang mencerminkan secondary market di pasar waktu itu," imbuh Robert.

Meski demikian, dari segi financing, pihaknya mengatakan tidak ada kekhawatiran lantaran pemerintah masih memiliki banyak opsi menarik untuk ditawarkan. Pasalnya, pemerintah memiliki banyak opsi dalam lelang-lelang. Dimana dua lelang terakhir sebenarnya realisasinya sudah melebihi target.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak