Kelangkaan SDM dan Kematangan Digital Jadi Tantangan Inovasi Perbankan
Kamis, 25 April 2024 - 22:19 WIB
loading...
Transaksi digital banking yang semakin subur menghadirkan tantangan tersendiri bagi industri perbankan. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Transaksi digital banking yang semakin subur menghadirkan tantangan tersendiri bagi industri perbankan berbasis teknologi terutama terkait kematangan digital masyarakat yang masih rendah dan langkanya talenta di bidang teknologi digital.
Berdasarkan kajian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Indeks Literasi Digital Nasional tahun 2023 meningkat menjadi 3,65 dari 3,54 pada tahun 2022 (dalam skala 5 poin). Meskipun meningkat, namun kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara umum masih perlu ditingkatkan.
Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, PT Bank Jago Tbk sebagai bank berbasis teknologi melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan literasi digital keuangan sekaligus menghasilkan bibit-bibit unggul di bidang digital yang siap kerja.
"Salah satu tantangan utama industri perbankan digital saat ini adalah langkanya talenta digital, selain juga kemampuan bank mengadopsi teknologi yang berkembang pesat serta kematangan digital masyarakat yang perlu ditingkatkan," ujar Head of People & Culture Bank Jago Pratomo Soedarsono, dalam kuliah umum Universitas Prasetiya Mulya baru-baru ini.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp15,98 Triliun di Kuartal I-2024
Pratomo atau yang biasa dipanggil Tommy menilai, tidak semua segmen nasabah memiliki tingkat kematangan digital yang sama. Nasabah dengan kematangan digital yang rendah relatif masih memerlukan kehadiran fisik bank, meskipun tidak harus selalu dalam bentuk kantor cabang.
Berdasarkan kajian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Indeks Literasi Digital Nasional tahun 2023 meningkat menjadi 3,65 dari 3,54 pada tahun 2022 (dalam skala 5 poin). Meskipun meningkat, namun kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara umum masih perlu ditingkatkan.
Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, PT Bank Jago Tbk sebagai bank berbasis teknologi melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan literasi digital keuangan sekaligus menghasilkan bibit-bibit unggul di bidang digital yang siap kerja.
"Salah satu tantangan utama industri perbankan digital saat ini adalah langkanya talenta digital, selain juga kemampuan bank mengadopsi teknologi yang berkembang pesat serta kematangan digital masyarakat yang perlu ditingkatkan," ujar Head of People & Culture Bank Jago Pratomo Soedarsono, dalam kuliah umum Universitas Prasetiya Mulya baru-baru ini.
Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp15,98 Triliun di Kuartal I-2024
Pratomo atau yang biasa dipanggil Tommy menilai, tidak semua segmen nasabah memiliki tingkat kematangan digital yang sama. Nasabah dengan kematangan digital yang rendah relatif masih memerlukan kehadiran fisik bank, meskipun tidak harus selalu dalam bentuk kantor cabang.
Lihat Juga :