Hindari Middle Income Trap, Ganjar Bidik Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Rabu, 15 November 2023 - 09:59 WIB
loading...
Hindari Middle Income...
Calon presiden Ganjar Pranowo akan menggenjot pertumbuhan ekonomi guna membawa Indonesia keluar dari middle income trap. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Calon presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai strategi pertumbuhan ekonomi untuk membawa Indonesia keluar dari perangkap pendapatan menengah, yang sering disebut 'middle income trap'.

Baca juga: Keromantisan Alam dan Ganjar Sambut Hari Ayah, Keliling hingga Carpool Karaoke

Pertemuan antara keduanya terjadi sebelum pandemi Covid-19 melanda, dan Sri Mulyani meminta Ganjar untuk merumuskan strategi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 7% per tahun.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu juga menjelaskan alasan di balik target pertumbuhan ekonomi yang dibahasnya dengan Sri Mulyani adalah karena target itulah yang paling ideal untuk melepaskan Indonesia dari middle income trap.

Beberapa pejabat di Indonesia sering menggunakan istilah middle income trap ketika berbicara mengenai kondisi perekonomian nasional. Bagi yang tidak terbiasa dengan dunia perekonomian, istilah ini mungkin terdengar asing. Lantas, apa yang dimaksud dengan middle income trap?

“Pertumbuhan ekonomi sampai 7% kenapa? Kita pernah bicara, ngobrol sama Sri Mulyani sebelum pandemi, 'Pak Ganjar siapin dong,' kalau enggak kita middle income trap,” kata Ganjar Pranowo dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2023 pada Rabu (8/11/2023).

Berdasarkan pembicaraan dengan Sri Mulyani, Ganjar Pranowo menetapkan target pertumbuhan ekonomi 7% dalam dokumen visi-misinya bersama calon wakil presiden, Mahfud MD.

Dalam upaya mewujudkan target tersebut, Ganjar Pranowo bahkan telah melakukan pembicaraan dengan beberapa pengusaha. Ia menjelaskan kepada mereka bahwa pemerintah akan memberikan kepastian hukum yang jelas kepada para pengusaha.

“Maka kita dorong, kita tanyakan kepada salah satu pengusaha agar dapat tumbuh, dengan memberikan kepastian dan penegakan hukum. Jika itu terpenuhi, pemerintahan akan bersih, dan pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan sendirinya, ini menarik karena dia seorang pengusaha,” ucapnya.

Apa itu Middle Income Trap?

Istilah middle income trap pertama kali dibahas oleh Bank Dunia (World Bank) pada tahun 2007 dalam laporan berjudul "An East Asian Renaissance: Ideas for Economic Growth".

Secara harfiah, middle income trap memiliki arti 'jebakan pendapatan kelas menengah'. Istilah ini menggambarkan situasi di mana suatu negara berhasil mencapai peningkatan dari segi ekonomi, berada pada tingkat menengah, namun terjebak pada level yang sama. Akibatnya, negara tersebut mengalami kesulitan untuk menjadi negara maju atau mencapai kelas pendapatan tinggi.

Secara umum, negara yang terjebak pada middle income mengalami stagnasi pendapatan kelas menengah dan belum mampu mencapai kelompok pendapatan yang lebih tinggi akibat berbagai faktor. Salah satu faktor penyebab middle income trap adalah ketidakmampuan bersaing pada sektor manufaktur, yang dianggap mengkhawatirkan dari perspektif ekonomi.

Baca juga: Elkan Baggott Tatap Duel Timnas Indonesia vs Irak: Ini Tantangan Besar Garuda!

Pertumbuhan ekonomi, yang awalnya hanya menjadi hasil diskusi antara calon presiden Ganjar Pranowo dan Sri Mulyani, kini diharapkan dapat terwujud apabila Ganjar dan Mahfud terpilih dalam Pemilihan Presiden 2024, membantu Indonesia menghadapi tantangan ekonomi saat ini, dan mempersiapkan negara untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Bonatua Kecewa PTUN...
Bonatua Kecewa PTUN Jakarta Putuskan Sidang Gugatan Penetapan Capres Jokowi Jadi E-Court
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved