Indonesia Jadikan Energi Bersih Penopang Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi 8%
Rabu, 13 November 2024 - 15:20 WIB
loading...
CEO Climate Talks: Enhancing Ambition on Renewable Energy di Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/ 2024). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BAKU - Pemerintah Indonesia menjadikan pemanfaatan energi baru dan terbarukan ( EBT ) sebagai salah satu penopang untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Sejumlah langkah pun telah disiapkan pemerintah.
"Indonesia ingin mencapai energi bersih yang terjangkau dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 8% untuk mengentaskan kemiskinan dan memberi kesejahteraan bagi seluruh rakyat," kata Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo saat membuka CEO Climate Talks: Enhancing Ambition on Renewable Energy di Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/ 2024). Baca juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Sering Diejek, Prabowo: Tunggu Tanggal Mainnya!
Hashim mengatakan fenomena pemanasan global saat ini perlu direspons dengan pengurangan emisi gas rumah kaca. Dia mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen untuk mengakselerasi transisi energi.
"Presiden Prabowo memiliki perhatian pada pengurangan emisi GRK. Kami selaraskan seluruh kebijakan nasional dan sumber daya," ujarnya.
Untuk pengembangan EBT, pemerintah Indonesia akan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di pulau dan wilayah di Indonesia. Menurut Hashim, pemerintah menargetkan untuk membangun 75 GW pemabngkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga bayu.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun 5 GW pembangkit listrik tenaga nuklir serta membangun 70.000 jaringan transmisi untuk mengalirkan listrik hijau. Hashim menegaskan bahwa pemanasan global membutuhkan solusi global. Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendirian melainkan dengan berkolaborasi.
Sementara itu sesi diskusi menghadirkan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy John Anis, Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmad Makkasau, dan Direktur Indika Energy Retina Rosabai.
"Indonesia ingin mencapai energi bersih yang terjangkau dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 8% untuk mengentaskan kemiskinan dan memberi kesejahteraan bagi seluruh rakyat," kata Utusan Khusus Presiden untuk Konferensi Perubahan Iklim COP29 UNFCCC Hashim Djojohadikusumo saat membuka CEO Climate Talks: Enhancing Ambition on Renewable Energy di Paviliun Indonesia pada COP29 UNFCCC di Baku, Azerbaijan, Senin (11/11/ 2024). Baca juga: Target Pertumbuhan Ekonomi 8% Sering Diejek, Prabowo: Tunggu Tanggal Mainnya!
Hashim mengatakan fenomena pemanasan global saat ini perlu direspons dengan pengurangan emisi gas rumah kaca. Dia mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen untuk mengakselerasi transisi energi.
"Presiden Prabowo memiliki perhatian pada pengurangan emisi GRK. Kami selaraskan seluruh kebijakan nasional dan sumber daya," ujarnya.
Untuk pengembangan EBT, pemerintah Indonesia akan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di pulau dan wilayah di Indonesia. Menurut Hashim, pemerintah menargetkan untuk membangun 75 GW pemabngkit listrik tenaga panas bumi, tenaga surya, hingga tenaga bayu.
Selain itu, pemerintah juga berencana membangun 5 GW pembangkit listrik tenaga nuklir serta membangun 70.000 jaringan transmisi untuk mengalirkan listrik hijau. Hashim menegaskan bahwa pemanasan global membutuhkan solusi global. Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendirian melainkan dengan berkolaborasi.
Sementara itu sesi diskusi menghadirkan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy John Anis, Direktur Utama PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Rachmad Makkasau, dan Direktur Indika Energy Retina Rosabai.
Lihat Juga :