ECADIN Dukung Indonesia Kejar Target NZE di 2060
Senin, 20 November 2023 - 20:54 WIB
loading...
Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem carbon capture storage. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem carbon capture & storage (CCS) global dan memiliki ambisi untuk menjadi regional CCS hub. Sangat penting bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi dan menciptakan ekosistem CCS agar keekonomian semakin menarik.
Baca juga: Pengelolaan Karbon Bakal Jadi Game Changer di Industri Migas
Sebagai langkah konkret mendukung Indonesia mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060, Energy Academy Indonesia (ECADIN) dengan dukungan Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) suskses menggelar workshop bertajuk "Developing Carbon Capture & Storage (CCS) in Indonesia." Kegiatan yang diselenggarakan satu hari penuh pada Kamis lalu (16/11) itu juga didukung oleh Technip Energies dan Thyssenkrupp Indonesia.
Workshop itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapabilitas para pemangku kepentingan terkait penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture & storage/CCS). Keberhasilan implementasi CCS menjadi langkah strategis dalam pengurangan emisi karbon, terutama bagi sektor industri berintensitas karbon tinggi.
Kegiatan yang itu dihadiri lebih dari seratus pemangku kepentingan, baik dari pembuat kebijakan, industri, maupun badan riset yang terlibat dalam rantai nilai teknologi dan ekonomi CCS, menjadi platform berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem CCS. dibuka oleh Desti Alkano, Founder & CEO ECADIN dan Belladona T. Maulianda, Direktur ICCSC.
"Setiap pemangku kepentingan pengembangan CCS wajib mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kemajuan teknologi dan standar, ekonomi dan pembiayaan, serta berbagai pelajaran dari proyek CCS komersial skala global,” kata Desti Alkano, Founder & CEO ECADIN, dikutip Senin (20/11/2023).
Kegiatan ini menjadi yang pertama dari serangkaian workshop CCS yang diinisiasi ECADIN khusus untuk pemangku kepentingan CCS di Indonesia. Ridha Yasser, Asisten Deputi Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjadi pembicara utama.
Baca juga: Instagram Uji Coba Fitur My Week, Bikin Story Tetap Terlihat Selama Seminggu
Forum juga menghadirkan para ahli di sektor CCS, yaitu Candra Sri Sutama selaku COO ECADIN, Aming Kusumadjaja selaku Managing Director Technip Energies Indonesia, Fatkhan selaku National Center of Excellence for CCS/CCUS Institut Teknologi Bandung (ITB), Eric William selaku Principal Economist Global CCS Institute, Rizky M. Kahfie selaku Secretary General ICCSC, Satyavan Reymond selaku CCUS&F Manager ENI Australia.
Baca juga: Pengelolaan Karbon Bakal Jadi Game Changer di Industri Migas
Sebagai langkah konkret mendukung Indonesia mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060, Energy Academy Indonesia (ECADIN) dengan dukungan Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) suskses menggelar workshop bertajuk "Developing Carbon Capture & Storage (CCS) in Indonesia." Kegiatan yang diselenggarakan satu hari penuh pada Kamis lalu (16/11) itu juga didukung oleh Technip Energies dan Thyssenkrupp Indonesia.
Workshop itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapabilitas para pemangku kepentingan terkait penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture & storage/CCS). Keberhasilan implementasi CCS menjadi langkah strategis dalam pengurangan emisi karbon, terutama bagi sektor industri berintensitas karbon tinggi.
Kegiatan yang itu dihadiri lebih dari seratus pemangku kepentingan, baik dari pembuat kebijakan, industri, maupun badan riset yang terlibat dalam rantai nilai teknologi dan ekonomi CCS, menjadi platform berbagi pengetahuan dan berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem CCS. dibuka oleh Desti Alkano, Founder & CEO ECADIN dan Belladona T. Maulianda, Direktur ICCSC.
"Setiap pemangku kepentingan pengembangan CCS wajib mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kemajuan teknologi dan standar, ekonomi dan pembiayaan, serta berbagai pelajaran dari proyek CCS komersial skala global,” kata Desti Alkano, Founder & CEO ECADIN, dikutip Senin (20/11/2023).
Kegiatan ini menjadi yang pertama dari serangkaian workshop CCS yang diinisiasi ECADIN khusus untuk pemangku kepentingan CCS di Indonesia. Ridha Yasser, Asisten Deputi Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menjadi pembicara utama.
Baca juga: Instagram Uji Coba Fitur My Week, Bikin Story Tetap Terlihat Selama Seminggu
Forum juga menghadirkan para ahli di sektor CCS, yaitu Candra Sri Sutama selaku COO ECADIN, Aming Kusumadjaja selaku Managing Director Technip Energies Indonesia, Fatkhan selaku National Center of Excellence for CCS/CCUS Institut Teknologi Bandung (ITB), Eric William selaku Principal Economist Global CCS Institute, Rizky M. Kahfie selaku Secretary General ICCSC, Satyavan Reymond selaku CCUS&F Manager ENI Australia.
(uka)
Lihat Juga :