5 Kesalahpahaman Soal Gunung Utang AS Senilai Rp510.412 Triliun
Kamis, 23 November 2023 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
AS hanya mengeluarkan USD395 miliar untuk membayar utangnya tahun lalu, menurut Kantor Manajemen dan Anggaran. Angka itu sekitar 1% dari PDB tahun lalu.
Namun para ekonom mengatakan, biaya pembayaran utang bisa meningkat secara dramatis di tahun-tahun mendatang. Biaya utang tahunan AS mencapai USD1 triliun per kuartal terakhir, menurut analisis Bloomberg.
Sementara itu ada sekitar USD7,6 triliun obligasi pemerintah yang akan jatuh tempo selama tahun depan, menurut analisis September dari perusahaan riset Apollo. Itu sekitar sepertiga dari total saldo, atau seperempat dari seluruh PDB Amerika.
"(USD33 triliun] tidak ada artinya. Ini benar-benar dalam konteks PDB, sumber daya yang tersedia untuk memanfaatkan bunga pembayaran pokok utang itu," menurut kepala ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi.
"Kesalahan umum yang dilakukan orang adalah mereka mengutip angka-angka besar ini, tetapi gagal mengenali bahwa ada beberapa angka sangat besar yang mendukung utang itu," tambahnya.
Namun para ekonom mengatakan, biaya pembayaran utang bisa meningkat secara dramatis di tahun-tahun mendatang. Biaya utang tahunan AS mencapai USD1 triliun per kuartal terakhir, menurut analisis Bloomberg.
Sementara itu ada sekitar USD7,6 triliun obligasi pemerintah yang akan jatuh tempo selama tahun depan, menurut analisis September dari perusahaan riset Apollo. Itu sekitar sepertiga dari total saldo, atau seperempat dari seluruh PDB Amerika.
2. Saldo Utang Terlalu Tinggi
Neraca utang publik sebenarnya perlu dievaluasi dalam kaitannya dengan PDB. Rasio utang terhadap PDB AS melayang sekitar 97% tahun lalu, di bawah ambang batas yang menjadi kunci 100%."(USD33 triliun] tidak ada artinya. Ini benar-benar dalam konteks PDB, sumber daya yang tersedia untuk memanfaatkan bunga pembayaran pokok utang itu," menurut kepala ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi.
"Kesalahan umum yang dilakukan orang adalah mereka mengutip angka-angka besar ini, tetapi gagal mengenali bahwa ada beberapa angka sangat besar yang mendukung utang itu," tambahnya.
Lihat Juga :