Kuota LPG Subsidi Jebol dan Banyak Bocor, Pertamina Ungkap Modus-modusnya

Kamis, 23 November 2023 - 14:05 WIB
loading...
Kuota LPG Subsidi Jebol...
Gas LPG 3 kg diduga banyak kebocoran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kecurigaan banyak kalangan terhadap permainan gas LPG subsidi kian terbukti. Mulai dari Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, hingga Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkap potensi permainan LPG 3 kg itu.

Baca juga: Kuota LPG 3 Kg Jebol, Pertamina Minta Tambah Jadi 8,19 Juta MT

Ahok menyatakan bahwa ada politisi yang mencari keuntungan dari LPG subsidi. Mereka memanfaatkan agen yang dimilikinya untuk mengambil keuntungan.

Arifin Tasrif juga mengatakan bahwa, ada kebocoran LPG subsidi. Indikasinya, konsumsi LPG 12 kg yang nonsubsidi semakin turun, sedangkan permintaan LPG 3kg semakin meningkat.

"Kan ada dua sistem, yang 3 kilo subsidi, ada yang 12 kilo nonsubsidi. Jadi yang sekarang ini yang jumlah yang 12 kilo itu makin lama (konsumsinya) makin sedikit. Berarti kan ada yang bocor," kata Arifin belum lama itu.

Kebocoran itulah yang membuat kuota LPG subsidi tahun ini jebol. Tak pelak, Pertamina mengusulkan tambahan kuota.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan meminta tambahan kuota LPG 3 kg menjadi 8,19 juta metrik ton (MT) atau naik 2,4% dari kuota awal sebanyak 8 juta MT yang diusulkan ke DPR.

"Untuk LPG 3 kg, ini menjadi 8,19 juta MT yang kita usulkan dari kuotanya 8 juta MT," jelasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR, dikutip Kamis (23/11/2023).

Pertamina sebelumnya memang telah memproyeksikan konsumsi LPG 3 kg bakal melebihi kuota dan mencapai 8,28 juta MT. Salah satu sebabnya, peningkatan konsumsi dari masyarakat di tahun 2023.

"Nah, di mana 8,28 juta MT ini juga angka yang kami ajukan untuk bisa dijadikan acuan di dalam penyesuaian kuota," tuturnya.

Jebolnya kuota LPG subsidi memang tak lepas dari permainan segelintir oknum. Mereka melakukan berbagai modus untuk "mencoleng" gas yang dikhususkan untuk orang miskin itu.

Pertamina Patra Niaga pun mengungkap dua modus yang digunakan menyelewengkan LPG subsidi. Modus pertama adalah illegal unloading LPG dengan metode skidtank to skidtank (mobil tangki LPG).

Modus ini melakukan kegiatan penurunan LPG subsidi secara ilegal yang dilakukan oleh oknum awak mobil tangki (AMT). Cara lainnya adalah penggandaan segel bottom loader secara illegal, dan terakhir kerja sama antara pelaku dengan oknum SPBE.

Untuk mendeteksi modus ini, Pertamina mengungkap beberapa indikasi. Pertama skidtank Pertamina yang berhenti tidak pada lokasi yang seharusnya selama 10-15 menit. Lalu, skidtank illegal yang sudah menunggu atau parkir di dalam lokasi parkiran atau pangkalan.

Modus kedua yang menyasar LPG subsidi adalah illegal unloading LPD dengan metode penyuntikan. Penyuntikan dilakukan dengan cara menyedot LPG 3 kg dan kemudian memindahkan ke tabung 12 kg.

Modus ini terbaca dari beberapa indikasi, seperti lokasi penyuntikan LPG tersamarkan sebagai gudang atau pangkalan dan sering tercium bau LPG Menyengat. Lalu, lokasi yang sering terlihat kendaraan atau truk yang mengangkut LPG subsidi dan LPG nonsubsidi secara bersamaan.

Baca juga: Polisi Belum Jadwalkan Pemeriksaan Firli Bahuri sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan

"Berikutnya kelangkaan stok LPG 3kg di suatu wilayah," tandas Riva.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Dorong Ekosistem Digital...
Dorong Ekosistem Digital Energi, Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved