Transisi Menuju Ekonomi Hijau, Bappenas Ungkap Peran Penting Pengembangan Pekerjaan Hijau
Jum'at, 24 November 2023 - 19:24 WIB
loading...
Indonesia–Jerman mempromosikan pentingnya mencetak Sumber Daya Manusia atau SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mendukung pencapaian TPB/SDGs. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian PPN/ Bappenas didukung proyek kerja sama Indonesia–Jerman, Innovation and Investment for Inclusive Sustainable Economic Development (ISED) menyelenggarakan Indonesia’s Green Jobs Conference untuk mempromosikan pentingnya mencetak Sumber Daya Manusia atau SDM berkualitas, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mendukung pencapaian TPB/ SDGs .
Baca Juga: 4 Program Pasangan Ganjar-Mahfud Maksimalkan Ekonomi Hijau di Indonesia
Mengusung tema “Institutionalizing Green Jobs”, konferensi melibatkan swasta, mitra pembangunan, komunitas, hingga akademisi membahas perkembangan pekerjaan hijau di Indonesia. Ekonomi hijau merupakan bagian dari desain transformasi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Luhut: PLTA Mentarang Jadi Tonggak Sejarah Transisi Energi dan Re-Industrialisasi Indonesia
Dalam memulai transisi menuju ekonomi hijau, pekerjaan hijau berperan penting. Menurut International Labour Organizaton, penerapan kebijakan yang tepat untuk mempromosikan pekerjaan ramah lingkungan dapat menciptakan 24 juta pekerjaan pada 2030, serta dampak kebutuhan profil keterampilan dan kualifikasi serta kerangka pelatihan baru untuk memenuhi permintaan pekerjaan hijau tersebut.
“Konferensi hari ini salah satu langkah konkret dalam implementasi pengembangan green jobs di Indonesia,” tutur Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Maliki.
Ia juga menegaskan Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memimpin dan terus mengawal perjalanan promosi pekerjaan hijau ini. “Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini dengan menerapkan ekonomi hijau melalui kebijakan transformasi ekonomi dan dalam RPJMN 2020-2024. Kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, merupakan tulang punggung dalam proses transisi menuju ekonomi hijau,” jelas Maliki.
Baca Juga: 4 Program Pasangan Ganjar-Mahfud Maksimalkan Ekonomi Hijau di Indonesia
Mengusung tema “Institutionalizing Green Jobs”, konferensi melibatkan swasta, mitra pembangunan, komunitas, hingga akademisi membahas perkembangan pekerjaan hijau di Indonesia. Ekonomi hijau merupakan bagian dari desain transformasi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Luhut: PLTA Mentarang Jadi Tonggak Sejarah Transisi Energi dan Re-Industrialisasi Indonesia
Dalam memulai transisi menuju ekonomi hijau, pekerjaan hijau berperan penting. Menurut International Labour Organizaton, penerapan kebijakan yang tepat untuk mempromosikan pekerjaan ramah lingkungan dapat menciptakan 24 juta pekerjaan pada 2030, serta dampak kebutuhan profil keterampilan dan kualifikasi serta kerangka pelatihan baru untuk memenuhi permintaan pekerjaan hijau tersebut.
“Konferensi hari ini salah satu langkah konkret dalam implementasi pengembangan green jobs di Indonesia,” tutur Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Maliki.
Ia juga menegaskan Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memimpin dan terus mengawal perjalanan promosi pekerjaan hijau ini. “Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah konkret untuk menghadapi tantangan ini dengan menerapkan ekonomi hijau melalui kebijakan transformasi ekonomi dan dalam RPJMN 2020-2024. Kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim, merupakan tulang punggung dalam proses transisi menuju ekonomi hijau,” jelas Maliki.
Lihat Juga :