Meski Minus Terparah Sejak 1999, Ekonomi RI Tetap Diklaim Lebih Baik
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 15:37 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara G 20 lainnya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, kondisi ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 jauh lebih baik ketimbang ekonomi negara-negara G-20. Erick menyebut hal ini berkat keputusan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) awal Maret lalu.
Erick mengklaim, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih negatif ketika lockdown menjadi alternatif pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19. "Bayangkan kalau kita lockdown betapa hancur ekonomi kita. Nah, kita lihat sekarang, kita punya ekonomi jauh lebih bagus daripada negara G-20," ujar Erick dalam webinar di Jakarta, Jumat (7/8/2020).
(Baca Juga: Ekonomi Minus dan Presiden Marah-marah, Ekonom Sebut Pemerintah Biang Kerok Krisis)
Meski kontraksi ekonomi dalam negeri jauh lebih baik daripada negara G-20 lainnya, Erick mengatakan pemerintah tidak serta merta bisa melakukan pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Artinya, kata dia, pemulihan ekonomi tetap harus dilakukan secara bertahap.
Di sektor pariwisata, lanjut Erick, pemerintah lebih memfokuskan wisatawan dalam negeri ketimbang wisatawan luar negeri. Meski wisatawan mancanegara mampu memberikan stimulus bagi sektor pariwisata, Erick mengatakan ada pertimbangan kemungkinan timbulnya kluster baru Covid-19.
Erick mengklaim, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jauh lebih negatif ketika lockdown menjadi alternatif pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19. "Bayangkan kalau kita lockdown betapa hancur ekonomi kita. Nah, kita lihat sekarang, kita punya ekonomi jauh lebih bagus daripada negara G-20," ujar Erick dalam webinar di Jakarta, Jumat (7/8/2020).
(Baca Juga: Ekonomi Minus dan Presiden Marah-marah, Ekonom Sebut Pemerintah Biang Kerok Krisis)
Meski kontraksi ekonomi dalam negeri jauh lebih baik daripada negara G-20 lainnya, Erick mengatakan pemerintah tidak serta merta bisa melakukan pemulihan ekonomi secara keseluruhan. Artinya, kata dia, pemulihan ekonomi tetap harus dilakukan secara bertahap.
Di sektor pariwisata, lanjut Erick, pemerintah lebih memfokuskan wisatawan dalam negeri ketimbang wisatawan luar negeri. Meski wisatawan mancanegara mampu memberikan stimulus bagi sektor pariwisata, Erick mengatakan ada pertimbangan kemungkinan timbulnya kluster baru Covid-19.
Lihat Juga :