Pinjamankan Rp20.730 Triliun Buat Jalur Sutra Modern, Fokus China Beralih Jadi Penyelamatan
Senin, 27 November 2023 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Jokowi Dukung Belt and Road Initiative, IKN-Kereta Cepat Akan Disinergikan Jalur Sutra Modern China
Namun porsi mereka mulai turun dari 2015 dan 22% pada 2021. People's Bank of China dan State Administration of Foreign Exchange (SAFE), yang mengelola cadangan mata uang asing China, menyumbang lebih dari setengah pinjaman pada tahun 2021, hampir semua pinjaman bailout.
"Beijing menavigasi peran yang tidak populer dan terkesan buruk - sebagai penagih utang resmi terbesar di dunia," kata laporan oleh AidData, sebuah laboratorium penelitian di universitas William and Mary.
Dalam laporan itu menemukan, sebagian besar pinjaman penyelamatan China yang tumbuh dalam mata uang renminbi, menyalip dolar AS pada tahun 2020. Pembayaran yang terlambat kepada pemberi pinjaman China juga meningkat.
Salah satu cara China mengelola risiko pembayaran adalah melalui rekening escrow tunai mata uang asing yang dikendalikannya, kata AidData. Pengaturan ini kontroversial karena memberikan senioritas utang China, yang berarti pemberi pinjaman lain, termasuk bank pembangunan multilateral, dapat dibayar setelahnya selama keringanan utang terkoordinasi.
Namun porsi mereka mulai turun dari 2015 dan 22% pada 2021. People's Bank of China dan State Administration of Foreign Exchange (SAFE), yang mengelola cadangan mata uang asing China, menyumbang lebih dari setengah pinjaman pada tahun 2021, hampir semua pinjaman bailout.
"Beijing menavigasi peran yang tidak populer dan terkesan buruk - sebagai penagih utang resmi terbesar di dunia," kata laporan oleh AidData, sebuah laboratorium penelitian di universitas William and Mary.
Dalam laporan itu menemukan, sebagian besar pinjaman penyelamatan China yang tumbuh dalam mata uang renminbi, menyalip dolar AS pada tahun 2020. Pembayaran yang terlambat kepada pemberi pinjaman China juga meningkat.
Salah satu cara China mengelola risiko pembayaran adalah melalui rekening escrow tunai mata uang asing yang dikendalikannya, kata AidData. Pengaturan ini kontroversial karena memberikan senioritas utang China, yang berarti pemberi pinjaman lain, termasuk bank pembangunan multilateral, dapat dibayar setelahnya selama keringanan utang terkoordinasi.
Lihat Juga :