Digerojok Rp69 Triliun, Sri Lanka Setujui Raksasa Migas China Sedot Harta Karunnya

Senin, 27 November 2023 - 20:43 WIB
loading...
Digerojok Rp69 Triliun,...
Sinopec siap menggarap minyak Sri Lanka. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sri Lanka menyetujui proposal Sinopec, raksasa minyak dan gas (migas) asal China , untuk membangun kilang senilai USD4,5 miliar atau setara Rp69,75 triliun. Investasi Sinopec menjadi investasi tunggal terbesar di negara kepulauan itu sejak krisis ekonomi yang melumpuhkan tahun lalu.

Baca juga: Sri Lanka Berterima Kasih ke China Usai Capai Kesepakatan Utang Rp65,4 Triliun

Persetujuan kabinet memberikan izin kepada kilang milik negara itu untuk menyelesaikan rincian proyek dan menandatangani perjanjian dengan pemerintah sebelum mulai membangun kilang berorientasi ekspor di Hambantota, di selatan negara tersebut.

“Persetujuan kabinet diberikan hari ini untuk memberikan kontrak kepada China Petroleum & Chemical Corporation (SINOPEC),” tulis Kanchana Wijesekera, Menteri Energi Sri Lanka, di platform media sosial X, dikutip dari Reuters, Senin (27/11/2023).

China adalah pemberi pinjaman bilateral terbesar di Sri Lanka dan perusahaan-perusahaannya telah membangun jalan raya, pelabuhan laut dan udara serta proyek infrastruktur lainnya di pulau lepas pantai selatan India.

Baca juga: Jermall Charlo Perpanjang Rekor 33-0, Tantang Canelo: Pilih Aku!

Bagi Sinopec, yang merupakan perusahaan penyulingan minyak terbesar di dunia berdasarkan kapasitas dan salah satu produsen petrokimia terbesar, investasi ini akan menandai sebuah terobosan dalam upaya panjang untuk berekspansi ke luar China. Perusahaan juga memiliki aset kilang di Arab Saudi dan produksi petrokimia di Rusia.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Rekomendasi
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved