Tangan Kanan Warren Buffett dan Legenda Investor, Charlie Munger Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun

Rabu, 29 November 2023 - 12:12 WIB
loading...
A A A
Setelah Angkatan Darat, Munger memilih belajar hukum, sebuah hal yang tidak asing baginya mengingat bahwa ayahnya adalah seorang pengacara dan kakeknya adalah seorang hakim federal.

Ketika Munger mendaftar ke Harvard Law School, dia awalnya menerima penolakan. Kemudian Ia mendaftar lagi dan menerima gelar J.D. dari Harvard Law School, serta lulus cum laude pada tahun 1948. Setelah lulus dari sekolah hukum, Munger kembali ke Los Angeles di mana ia mempraktikkan hukum real estat.

Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1959, Munger kembali ke Omaha untuk menyelesaikan urusannya. Sementara di sana, Munger makan siang di Omaha Club dengan teman-teman yang ketika itu mengundang Buffett. Makan siang itu lantas memicu persahabatan dan salah satu kemitraan bisnis terpenting yang pernah dijalin.

Investasi 'cerutu'

Pada tahun 1962, Munger memulai kemitraan investasi. Dia juga memulai sebuah firma hukum, Munger Tolles, tetapi berhenti beberapa tahun dari dunia hukum, untuk kemudian fokus pada investasi.

Buffett memuji Munger karena kebiasaan investasi "cerutu"-nya, sebuah strategi yang dipelajari dari Benjamin Graham untuk menemukan perusahaan dengan harga murah dan mendapatkan "isapan gratis" dari mereka.

Sementara itu ketika Buffett di awal-awal menerapkan strategi mengelola jumlah uang yang jauh lebih kecil, tapi berjalan naik. Munger "menetapkan arah untuk membangun bisnis yang akan menggabungkan keuntungan besar," menurut sebuah catatan sejarah Berkshire yang ditulis oleh Buffett sendiri.

"Prestasi arsitektur (Charlie) yang paling penting adalah desain Berkshire hari ini. Cetak biru yang dia berikan kepada saya sederhana: Lupakan apa yang Anda ketahui tentang membeli bisnis yang adil dengan harga yang luar biasa; sebaliknya, belilah bisnis yang luar biasa dengan harga yang wajar," tulis Buffett.

Buffett juga belajar pentingnya mengetahui lingkaran kompetensi seseorang dari Munger.

"Ben Graham mengajari saya cara untuk menghargai jenis bisnis tertentu. Charlie mengajari saya tentang keunggulan kompetitif yang tahan lama – bukan seberapa besar lingkaran kompetensi, tetapi mengetahui di mana ujungnya paling penting," kata Buffett pada pertemuan tahunan Berkshire Hathaway di tahun 2010.

Munger sering berbicara tentang pentingnya memahami "tepi" kompetensi seseorang - dengan kata lain, mengetahui apa yang tidak Anda ketahui.

"Yah itu hal yang sangat penting, mengetahui tepinya. Ini bukan kompetensi, jika Anda tidak tahu ujungnya. Anda tahu, jika Anda memiliki kesalahpahaman mengenai kompetensi Anda sendiri yang berarti Anda tidak memiliki kompetensi, Anda akan membuat kesalahan besar. Saya pikir Anda harus terus-menerus mengukur apa yang Anda capai terhadap orang lain yang berprestasi, dan Anda harus tetap bersikap rasional, dan menghindari banyak khayalan," kata Munger pada pertemuan Daily Journal 2019.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved