Gula Pasir Langka, Partai Perindo Minta Kecukupan Stok Pangan Dijamin Jelang Nataru

Rabu, 29 November 2023 - 18:05 WIB
loading...
Gula Pasir Langka, Partai...
Pemerintah diminta menjamin kecukupan stok pangan jelang Nataru, termasuk gula pasir. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah dan DPR tidak menampik adanya kelangkaan gula pasir di pasaran. Hal itu diketahui dari laporan anggota Komisi VI DPR Muslim dalam rapat kerja dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, di Jakarta, Senin (26/11/2023).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo Yerry Tawalujan membenarkan bahwa harga gula di pasar internasional memang mengalami kenaikan. Hal itu, lanjut dia, mendorong pihak tak bertanggung jawab dengan sengaja menahan stok gula dan tidak disalurkan ke tingkat pedagang/pengecer agar harganya makin terkerek naik.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Antisipasi Stok Gula Hadapi El Nino

"Mungkin mereka berpikir harga gula bisa lebih naik lagi, jadi barangnya tidak dilepas dulu ke pasar. Ini tentu harus diatasi oleh pemerintah," ujar Yerry kepada wartawan, Selasa (28/11/2023).

Caleg DPR RI Sulawesi Utara itu menjelaskan, kenaikan harga gula di pasar internasional itu diakibatkan kekeringan panjang yang terjadi akibat fenomena El Nino yang melanda negara-negara Asia. Produksi gula di India dan Thailand sebagai dua negara penghasil gula terbesar dunia terganggu. "Hal ini menyebabkan berkurangnya produksi gula global dan naiknya harga gula," tuturnya.

Terkait dengan itu, lanjut Yerry, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog perlu bekerja ekstra untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, termasuk gula, dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

Terlebih, kata dia, di akhir tahun menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya permintaan dan kebutuhan bahan pangan akan naik.

"Pihak Kemendag, Bapanas dan Perum Bulog perlu kerja ekstra keras untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjelang libur Nataru aman. Kalau perlu naikkan jumlah impor gula dan komoditas pangan lainnya seperti beras," ucapnya.

Baca Juga: 3 Perbandingan Gula Aren vs Gula Pasir, Mana Lebih Menyehatkan untuk Gula Darah Tinggi?

Selain itu, dia juga meminta Pemerintah untuk mengawasi distribusi bahan pangan di setiap daerah untuk mengantisipasi adanya distributor nakal.

"Kami juga minta Pemerintah mengawasi jalur distribusi pangan seperti gula, minyak goreng, dan beras agar tidak ada pedagang atau distributor nakal yang menimbun barang menunggu harganya makin naik baru dijual," kata Yerry.

Ketua DPP Gerkindo, organisasi sayap Partai Perindo itu, meminta Pemerintah bukan hanya melakukan operasi pasar saja, tetapi memberikan dan menambah jumlah bantuan sosial bahan pangan kepada masyarakat kurang mampu.

"Kami minta selain mengendalikan pasokan dan menurunkan harga pangan, pemerintah juga memberikan atau menambah jumlah bantuan sosial bahan pangan untuk masyarakat kecil yang berpenghasilan rendah," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Kondisi Kelas Menengah,...
Kondisi Kelas Menengah, Saat Gaji Satu Pintu Tak Lagi Cukup
Inflasi Maret 2026 Sentuh...
Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41%, BPS Sebut Terkendali
Jaga Harga Usai Lebaran,...
Jaga Harga Usai Lebaran, 100 Ribu Bantuan Pangan Disalurkan
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Dirut Bulog Sidak Keliling...
Dirut Bulog Sidak Keliling di Semarang, Pastikan Harga dan Pasokan Pangan Aman
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
Pemerintah Harus Antisipasi...
Pemerintah Harus Antisipasi Covid-19 Jelang Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved