Sektor Maritim Belum Optimal, Legislator: Banyak Peraturan Menimbulkan Polemik
Rabu, 29 November 2023 - 12:41 WIB
loading...
Pemanfaatan ekonomi di sektor maritim dinilai masih kurang optimal digarap oleh pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemanfaatan ekonomi di sektor maritim dinilai masih kurang optimal digarap oleh pemerintah. Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono sepakat dengan kritikan yang menyebut pertumbuhan ekonomi maritim selama 10 tahun terakhir mandek.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, semua potensi maritim belum dijabarkan dan dimanfaatkan dengan baik melalui program oleh Kementerian Negara/Lembaga terkait. "Malah berbagai macam peraturan perundang-undangan yang diterbitkan tidak berjalan, dan justru menimbulkan polemik atau penolakan dari rakyat," ungkap Ono.
Baca Juga: Bukti Serius Garap Sektor Maritim, Ganjar Pranowo Dengarkan Aspirasi dari Nelayan
Lebih lanjut terangnya, dari mulai pelarangan cantrang, pelarangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan, sampai masalah perizinan kapal yang sampai saat ini masih menyisakan bekas, semua menimbulkan polemik atau penolakan di masyarakat.
Selain itu, sambung Ono, Program penangkapan ikan terukur pun masih mendapatkan penolakan dari para nelayan. "Maka, Mas Ganjar dan Pak Mahfud akan menawarkan program yang dipastikan akan menempatkan rakyat sebagai subjek dan sentral dari mulai penyusunan atau pembuatan, implementasi sampai sasaran, manfaat dan keuntungan pun berbasis rakyat Indonesia," tegas Ono.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, semua potensi maritim belum dijabarkan dan dimanfaatkan dengan baik melalui program oleh Kementerian Negara/Lembaga terkait. "Malah berbagai macam peraturan perundang-undangan yang diterbitkan tidak berjalan, dan justru menimbulkan polemik atau penolakan dari rakyat," ungkap Ono.
Baca Juga: Bukti Serius Garap Sektor Maritim, Ganjar Pranowo Dengarkan Aspirasi dari Nelayan
Lebih lanjut terangnya, dari mulai pelarangan cantrang, pelarangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan, sampai masalah perizinan kapal yang sampai saat ini masih menyisakan bekas, semua menimbulkan polemik atau penolakan di masyarakat.
Selain itu, sambung Ono, Program penangkapan ikan terukur pun masih mendapatkan penolakan dari para nelayan. "Maka, Mas Ganjar dan Pak Mahfud akan menawarkan program yang dipastikan akan menempatkan rakyat sebagai subjek dan sentral dari mulai penyusunan atau pembuatan, implementasi sampai sasaran, manfaat dan keuntungan pun berbasis rakyat Indonesia," tegas Ono.
Lihat Juga :