BRI Salurkan Kredit UMKM Rp28,7 Triliun per Agustus 2020

loading...
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp28,7 Triliun per Agustus 2020
Pekerja beraktivitas di sebuah industri pembuatan tahu di kawasan Duren Tiga, Mampang, Jakarta, Minggu (2/8/2020). Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mencatat proses restrukturisasi perseroan mulai menurun. Hal ini ditandai dengan semakin sedikit permintaan dari debitur BRI untuk merestrukturisasi pinjamannya.

Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan bahwa Perseroan saat ini sudah mulai fokus pada penyaluran kredit baru dalam membantu kebutuhan modal kerja pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Sunarso mengungkapkan tren penurunan restrukturisasi terjadi pada akhir paruh pertama tahun ini. Sejak POJK Nomor 11 dikeluarkan pada Maret sampai dengan 27 Juli 2020, Bank BRI telah merestrukturisasi 2,88 juta debitur dengan nilai kredit mencapai Rp179,91 triliun. (Baca juga: Masif, Restrukturisasi Kredit Sudah Tembus Rp784 Triliun)

“Ini merupakan sinyal yang baik, dimana aktivitas ekonomi mulai kembali berjalan. Tentunya, Perseroan tetap berpegang pada prinsip prudential banking dalam ekspansi di kondisi seperti saat ini ,” ungkap Sunarso di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Mengingat kondisi yang masih cukup menantang BRI akan tetap mempertahankan pertumbuhan kredit yang moderat sambil terus mencari peluang penyaluran kredit di segmen UMKM. Perseroan merevisi target pertumbuhan tahun ini menjadi 4 hingga 5 persen. Target ini direvisi dari sebelumnya yang optimistis tumbuh hingga double digit. (Baca juga: Menteri Teten: Produk UMKM Akan Dihubungkan Langsung dengan Bakul Pasar)



Dalam upaya menggerakkan ekonomi, BRI pun tercatat telah meleverage lebih dari 2 kali lipat penempatan dana pemerintah. Dana yang diterima dari pemerintah Rp10 triliun itu ditempatkan lewat deposito dan disalurkan dalam bentuk kredit. Bank harus menyalurkan dalam bentuk kredit tiga kali lipatnya yakni Rp30 triliun.

Sejak 25 Juni sampai dengan 6 Agustus, BRI sudah bisa menyalurkan Rp28,7 Triliun dengan jumlah nasabah 645 ribu debitur. “Ini artinya UMKM mulai mengeliat menjalankan ekonominya. Kami pun berupaya untuk mempertahankan bahkan menaikkan skala usahanya di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Momentum ini harus kita jaga agar UMKM kembali bangkit membangun perekonomian,” jelas Sunarso.
(ind)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top