BUMA Terbitkan Obligasi I Tahun 2023, Masa Penawaran Berakhir Besok
Kamis, 07 Desember 2023 - 17:38 WIB
loading...
PT Bukit Makmur Mandiri Utama menawarkan Obligasi I BUMA Tahun 2023 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
JAKARTA - Anak perusahaan PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), menawarkan Obligasi I BUMA Tahun 2023 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun. Masa penawaran obligasi yang dimulai pada 4 Desember tersebut berakhir besok, 8 Desember 2023.
Direktur BUMA Silfanny Bahar mengatakan, penawaran obligasi tersebut merupakan strategi diversifikasi perusahaan dalam memperluas opsi pembiayaan yang sebelumnya terdiri dari obligasi, pinjaman bank konvensional dan syariah, serta skema pembiayaan leasing yang semuanya dalam mata uang dollar AS (USD).
"Kami bangga telah memasuki pasar Indonesia melalui inisiatif Penawaran Umum Obligasi I BUMA Tahun 2023. Langkah strategis ini merupakan tonggak bersejarah bagi BUMA sekaligus mempertegas kredibilitas BUMA sebagai perusahaan jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia," ungkapnya melalui keterangan pers, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
Dana dari penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, termasuk peningkatan modal untuk pengembangan bisnis dan penguatan strategi efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Direktur BUMA Silfanny Bahar mengatakan, penawaran obligasi tersebut merupakan strategi diversifikasi perusahaan dalam memperluas opsi pembiayaan yang sebelumnya terdiri dari obligasi, pinjaman bank konvensional dan syariah, serta skema pembiayaan leasing yang semuanya dalam mata uang dollar AS (USD).
"Kami bangga telah memasuki pasar Indonesia melalui inisiatif Penawaran Umum Obligasi I BUMA Tahun 2023. Langkah strategis ini merupakan tonggak bersejarah bagi BUMA sekaligus mempertegas kredibilitas BUMA sebagai perusahaan jasa pertambangan terkemuka di Indonesia dan Australia," ungkapnya melalui keterangan pers, Kamis (7/12/2023).
Baca Juga: BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
Dana dari penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, termasuk peningkatan modal untuk pengembangan bisnis dan penguatan strategi efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Lihat Juga :