Generasi Muda Harus Jadi Eksemplar, Menko PMK: Contoh Unggulan Bagi yang Lain
Jum'at, 08 Desember 2023 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gapai Indonesia Emas 2045, Menko PMK Muhadjir Sebut Pendidikan Dasar Jadi Penentu
Muhadjir mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran pendidikan yang setiap tahun terus meningkat. Anggaran pendidikan yang sebagian besarnya dialokasikan untuk beasiswa LPDP merupakan kesempatan dan peluang besar bagi para mahasiswa yang akan melanjutkan studi.
“Sekarang ini anggaran abadi pendidikan untuk beasiswa itu sekitar Rp130 triliun dan setiap tahun terus naik. Kesempatan ini sangat terbuka untuk semua mahasiswa dari berbagai kampus. Tidak ada diskriminasi, terbuka bagi kampus negeri maupun swasta,” tutur Muhadjir.
Selain itu, perguruan tinggi juga didorong untuk dapat memiliki pangkalan data yang berisi status para lulusannya. Pangkalan data tersebut, imbuh Muhadjir, berlaku juga untuk para lulusan yang hendak bekerja sehingga dapat digunakan untuk memantau status pekerjaan lulusannya. Melalui basis data itu, intervensi juga akan dengan mudah dilakukan, termasuk memberikan pelatihan peningkatan kemampuan bagi yang belum memiliki pekerjaan.
“Perguruan tinggi harus punya data lulusannya, baik untuk yang mau melanjutkan kuliah, maupun bekerja. Jika dia (wisudawan) diketahui punya niat untuk mencari beasiswa, bantu dia melalui program pelatihan bahasa dan sebagainya, juga bagi yang bekerja, bisa adakan program upskilling agar bisa masuk dunia kerja,” ucap Muhadjir.
Muhadjir mengatakan, pemerintah telah menyediakan anggaran pendidikan yang setiap tahun terus meningkat. Anggaran pendidikan yang sebagian besarnya dialokasikan untuk beasiswa LPDP merupakan kesempatan dan peluang besar bagi para mahasiswa yang akan melanjutkan studi.
“Sekarang ini anggaran abadi pendidikan untuk beasiswa itu sekitar Rp130 triliun dan setiap tahun terus naik. Kesempatan ini sangat terbuka untuk semua mahasiswa dari berbagai kampus. Tidak ada diskriminasi, terbuka bagi kampus negeri maupun swasta,” tutur Muhadjir.
Selain itu, perguruan tinggi juga didorong untuk dapat memiliki pangkalan data yang berisi status para lulusannya. Pangkalan data tersebut, imbuh Muhadjir, berlaku juga untuk para lulusan yang hendak bekerja sehingga dapat digunakan untuk memantau status pekerjaan lulusannya. Melalui basis data itu, intervensi juga akan dengan mudah dilakukan, termasuk memberikan pelatihan peningkatan kemampuan bagi yang belum memiliki pekerjaan.
“Perguruan tinggi harus punya data lulusannya, baik untuk yang mau melanjutkan kuliah, maupun bekerja. Jika dia (wisudawan) diketahui punya niat untuk mencari beasiswa, bantu dia melalui program pelatihan bahasa dan sebagainya, juga bagi yang bekerja, bisa adakan program upskilling agar bisa masuk dunia kerja,” ucap Muhadjir.
Lihat Juga :