Topping Off RTC Terintegrasi Jadi Langkah Penting Pertamina Wujudkan Target Nol Emisi
Minggu, 10 Desember 2023 - 07:57 WIB
loading...
RTC Terintegrasi Pertamina bukan sekedar bangunan pusat untuk kebutuhan riset dan teknologi. Lebih dari itu, RTC diharapkan akan mendukung kemandirian energi Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Keberhasilan pengatapan atau topping off untuk fasilitas Research & Technology Center (RTC) Terintegrasi, merupakan salah satu moment penting dalam mewujudkan Indonesia mencapai nol emisi pada 2060. RTC Terintegrasi Pertamina bukan sekedar bangunan pusat untuk kebutuhan riset dan teknologi .
Baca Juga: Pertamina Kembangkan Pusat Riset Energi Berkelanjutan di IKN
Lebih dari itu, RTC diharapkan akan mendukung kemandirian energi Indonesia. Dari sini akan lahir inovasi-inovasi yang dapat mewujudkan transisi energi Indonesia ke depan. Selama ini, tempat riset dan teknologi berdiri secara terpisah-pisah. Adanya RTC membuat riset dan teknologi menjadi lebih terintegrasi.
"RTC Terintegrasi ini merupakan wujud nyata dalam keberlangsungan bisnis, meningkatkan produksi migas, peningkatan diversifikasi produk pengolahan, dan mendorong inovasi baru, yang berkaitan dengan sustainability dan upaya net zero emission Pertamina lainnya," kata SVP Upstream & Portfolio Co. Business Development & Portfolio, Edy Karyanto, Rabu (6/11/2023).
Baca Juga: Pertamina Ciptakan Nilai Rp217 Miliar Berkat Komersialisasi Hasil Riset
RTC Terintegrasi yang berada di lahan milik Pertamina di Jalan Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat dibangun menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), serta didukung pemanfaatan teknologi smart-construction, seperti Augmented Reality.
Sebagai gedung riset terpadu Pertamina, RTC Terintegrasi terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya laboratorium utama yang terdiri dari 51 laboratorium yang bisa menampung sekira 200 pekerja dan akan dijadwalkan selesai pada bulan Agustus 2024.
Baca Juga: Pertamina Kembangkan Pusat Riset Energi Berkelanjutan di IKN
Lebih dari itu, RTC diharapkan akan mendukung kemandirian energi Indonesia. Dari sini akan lahir inovasi-inovasi yang dapat mewujudkan transisi energi Indonesia ke depan. Selama ini, tempat riset dan teknologi berdiri secara terpisah-pisah. Adanya RTC membuat riset dan teknologi menjadi lebih terintegrasi.
"RTC Terintegrasi ini merupakan wujud nyata dalam keberlangsungan bisnis, meningkatkan produksi migas, peningkatan diversifikasi produk pengolahan, dan mendorong inovasi baru, yang berkaitan dengan sustainability dan upaya net zero emission Pertamina lainnya," kata SVP Upstream & Portfolio Co. Business Development & Portfolio, Edy Karyanto, Rabu (6/11/2023).
Baca Juga: Pertamina Ciptakan Nilai Rp217 Miliar Berkat Komersialisasi Hasil Riset
RTC Terintegrasi yang berada di lahan milik Pertamina di Jalan Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat dibangun menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), serta didukung pemanfaatan teknologi smart-construction, seperti Augmented Reality.
Sebagai gedung riset terpadu Pertamina, RTC Terintegrasi terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya laboratorium utama yang terdiri dari 51 laboratorium yang bisa menampung sekira 200 pekerja dan akan dijadwalkan selesai pada bulan Agustus 2024.
Lihat Juga :