Kunker Bareng, Puan dan Menteri ESDM Sambangi Tambang Freeport

Minggu, 10 Desember 2023 - 17:00 WIB
loading...
Kunker Bareng, Puan...
Lokasi pertambangan Freeport Indonesia. FOTO/Antara Photo
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengunjungi lokasi kegiatan pertambangan di PT Freeport Indonesia (PTFI) hari ini, Minggu (10/10/2023).

Sebelum kunjungan tersebut, pada Sabtu (11/12/2023), Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memberikan penjelasan mengenai kegiatan pertambangan yang dilakukan PTFI. Arifin kunjungan kerja (kungker) ke Freeport mendampingi Ketua DPR RI Puan Maharani beserta anggota DPR lainnya.

Sebagaimana diketahui, pertambangan PTFI merupakan salah satu wilayah kerja pertambangan yang paling inovatif dan menarik. Tambang Grasberg berada pada ketinggian 4280 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang juga merupakan area dengan curah hujan tertinggi di dunia, yaitu 200 inci per tahun.

Selain mengunjungi tambang terbuka Grasberg, rombongan Menteri ESDM dan DPR RI uga dijadwalkan mengunjungi pabrik pengolahan, tambang bawah tanah, yang merupakan tambang bawah tanah terbesar di dunia.

Baca Juga: Soal Jokowi Marahi Sudirman Said Terkait Kasus Papa Minta Saham, Istana: Tidak Benar

Tambang Grasberg berada di ketinggian +4.200 mdpl. Di tempat ini, penambangn menggunakan metode penambangan terbuka sehingga memungkinkan penggunaan alat berat berukuran besar seperti shovel dan truk besar (haul truck) untuk menambang material. Sejak tahun 2020, tambang terbuka Grasberg sudah tidak beroperasi lagi.

Tambang bawah tanah yang dimiliki PTFI saat ini merupakan yang terbesar di dunia dan berada di ketinggian +2.500 - +3070 mdpl. Freeport Indonesia kini telah menyongsong era tambang bawah tanah. Tambang bawah tanah yang saat ini aktif beroperasi adalah Grasberg Block Cave, Deep Mill Level Zone (DMLZ) dan Big Gossan.

Setelah diproses di pabrik pengolahan (Mill) dengan cara penghancuran, penggilingan dan pengapungan (flotasi), menghasilkan lumpur konsentrat. Selanjutnya, dialirkan melalui jalur pipa sepanjang 110 km (74 mil) ke pabrik pengering.

Di sini, lumpur yang mengandung tembaga, emas dan perak dikeringkan hingga kadar kandungan air sembilan persen. Konsentrat kering ini nantinya akan dikirim seluruhnya ke pabrik peleburan dan pemurnian di Gresik, Jawa Timur melalui jalur laut.

Baca Juga: Menteri ESDM Pastikan Freeport Bisa Menambang di Indonesia hingga 2061

Kota pendukung operasional di dataran rendah adalah Kota Kuala Kencana yang diresmikan pada tanggal 5 Desember 1995. Dengan lahan seluas 17.000 Ha, Kuala Kencana didesain untuk menjadi kota ramah lingkungan, salah satu kota yang unik dan indah, serta merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki jaringan bawah tanah untuk air dan listrik, pusat distribusi air, pengumpulan limbah dan pengolahannya.

Total karyawan PTFI saat ini sebanyal 6.344 pegawai dengan komposisi pegawai dari Papua sebanyak 2.397 (37,8%) pegawai, Non-Papua 3.773 (59,5%) pegawai dan pegawai asing sebanyak 174 (2,7%).

Kepemilikan saham PTFI saat ini mayoritas atau sebanyak 51,2% saham dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Total investasi sosial PTFI selama 30 tahun terakhir (1992-2022) sebesar USD2 miliar kedepannya, PTFI akan melanjutkan investasi sosial rata-rata USD100 juta per tahun hingga 2041.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Freeport Targetkan Produksi...
Freeport Targetkan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Pulih dalam Dua Pekan
Freeport Kantongi Perpanjangan...
Freeport Kantongi Perpanjangan Izin di Grasberg, Indonesia Dapat Gratis Saham 12%
Izin Tambang Freeport...
Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, Pemerintah Amankan Investasi Rp336 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
AS vs Paraguay: Tuan...
AS vs Paraguay: Tuan Rumah Unggul Tipis
Berita Terkini
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved