alexametrics

Kemenhub Terus Amankan Penerbangan di Papua

loading...
Kemenhub Terus Amankan Penerbangan di Papua
Ilustrasi rampcheck pesawat. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso didampingi Direktur Kelaikudaraan Pengoperasian Pesawat Udara (KPPU) Muzzafar Ismail beserta jajarannya mengumpulkan para operator penerbangan di Papua di kantor UPBU Bandar Udara Sentani untuk diberikan pengarahan dan berdiskusi terkait peningkatan keselamatan penerbangan di Papua.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari pengelola bandara, pengelola navigasi penerbangan atau AirNav Indonesia serta 5 maskapai AOC 121, dan 20 maskapai 121 serta 6 maskapai OC 91 untuk pelayanan misi sosial.

Agus menyatakan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan untuk mendekatkan diri kepada operator penerbangan seperti yang pernah disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya bahwa anatara regulator dengan operator tidak boleh ada sekat.

"Sehingga bisa bersama-sama memenuhi dan menjalankan semua aturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) nasional dan annex 1-19 dari ICAO," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Agus, setiap pihak tidak bisa berjalan sendiri-sendiri untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Namun, pihaknya mendekati operator juga bukan untuk kolusi, tapi untuk sama-sama menjalankan aturan-aturan penerbangan yang sudah ditetapkan.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini inspektur  dari Ditjen Perhubungan Udara akan lebih banyak melakukan rampcheck di Papua dan Papua Barat.

"Banyaknya rampcheck yang dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi untuk memperbaiki secara bersama pemenuhan terhadap Safety Regulation, serta mencari timbal balik (feedback) dari operasional di lapangan untuk memperbaiki penerbangan nasional," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak