Hama Bikin Produksi Kakao Indonesia Merosot Tajam

Jum'at, 09 Februari 2018 - 12:57 WIB
Hama Bikin Produksi...
Hama Bikin Produksi Kakao Indonesia Merosot Tajam
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian menyatakan bahwa saat ini produksi kakao nasional semakin menurun. Bahkan, produksi kakao dalam negeri masih belum sanggup untuk memenuhi kapasitas industri kakao yang telah dibangun di Indonesia.

Deputi II bidang Pertanian dan Pangan Kemenko bidang Perekonomian Musdalifah mengungkapkan, salah satu yang menyebabkan merosotnya produksi kakao nasional karena hama yang ada di tanaman tersebut. Hal ini mengingat, tanaman kakao yang ada di Indonesia mayoritas sudah tua.

"Kenyataannya industri kita kapasitasnya turun sekali tahun ini. Jadi, kita perlu lihat kembali kenapa produksi kakao kita belum bisa penuhi kapasitas industri yang sudah kita bangun," terangnya di Gedung Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Pemerintah, kata dia, sejatinya pernah memiliki program replanting kakao. Sayangnya, hal tersebut baru bisa mencakup 26% tanaman kakao yang ada di Indonesia.

Terlebih, pemilik kebun kakao yang ada juga seakan pasrah dengan nasib kebun kakao mereka yang sudah tua dan enggan melakukan replanting. Alhasil, hingga saat ini tidak ada kemajuan yang berarti terhadap produksi kakao nasional.

"Harapannya kan pemerintah terapkan 26% terus bisa ditiru oleh yang punya kebun kakao yang lain. Tapi rupanya selama tanaman mereka masih berproduksi mereka tidak berpikir di-replanting. Kan seberapa pun masyarakat kita orangnya sangat humble. Ya pokoknya ada produksi cukup, tidak pernah merasa tidak puas," terangnya.

Musdalifah menuturkan, jumlah kebun kakao nasional mencapai 1,7 juta hektare (ha) dengan potensi produksi 1 ton setiap hektare. Sayangnya, jumlah kakao yang dihasilkan saat ini hanya mencapai 400 ribu ton, bahkan jumlah tersebut tak mampu memenuhi kapasitas industri kakao nasional yang mencapai 800 ribu ton.

"Sebagian tanaman kita sudah tua jadi harusnya kita punya produksi 1,7 juta ha. Kalau 1 ton saja kapasitas produktivitasnya jadi kan harusnya kita punya produksinya 1,7 juta ton," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laju Ekspor Biji Kakao...
Laju Ekspor Biji Kakao Sulsel Tetap Kencang di Masa Pandemi Covid-19
Harga Kakao Turun di...
Harga Kakao Turun di Tingkat Petani
Platform Webtoon Berstandar...
Platform Webtoon Berstandar Internasional ‘Kakao Webtoon’ Diluncurkan di Indonesia
Tingkatkan Nilai Produk...
Tingkatkan Nilai Produk Kakao, Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Italia
PT Mars Target Dukung...
PT Mars Target Dukung Peningkatan Kesejahteraan 9.000 Petani Kakao
Melihat Proses Produksi...
Melihat Proses Produksi Coklat di Doesoen Kakao
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
24 menit yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
34 menit yang lalu
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
11 jam yang lalu
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
13 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
13 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved