Beragam Program Ganjar-Mahfud dalam Mencetak 8 Juta Pengusaha Mikro Maju
Jum'at, 29 Desember 2023 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Keberpihakan Ganjar-Mahfud terhadap pelaku usaha mikro ini dilandasi oleh sejumlah fakta. Saat ini, sekitar 75% pelaku UMKM masih mengalami keterbatasan serta susah mencari modal usaha. Selain itu, baru sekitar 30% UMKM yang mampu memanfaatkan pasar digital untuk meningkatkan omzetnya. Di sisi lain, alokasi anggaran pengadaan barang/jasa untuk usaha kecil masih berada di angka 40%.
Melalui Program 8 Juta Pengusaha Mikro Maju, Ganjar-Mahfud akan meningkatkan pelayanan mal publik serta memperluas jangkauan OSS hingga ke tingkat kabupaten. Keduanya juga akan menambah alokasi kredit perbankan, termasuk kredit usaha rakyat (KUR), minimal 35%, dan memberikan subsidi bunga bagi UMKM.
Di samping itu, Ganjar-Mahfud bakal memperbanyak dan meningkatkan kualitas 1,6 juta usaha melalui inkubasi bisnis dan coaching clinic. Untuk menyerap produk UMKM dan koperasi, mereka akan mengalokasikan minimal 50% belanja publik kementerian/lembaga serta BUMN/BUMD.
"Dengan demikian pemerintah turut berperan menyerap produk UMKM," terangnya.
Tak hanya itu, pembiayaan untuk mengerek kualitas pelaku UMKM juga akan ditingkatkan hingga Rp21,3 triliun per tahun atau sekitar Rp106,5 triliun selama lima tahun.
Melalui Program 8 Juta Pengusaha Mikro Maju, Ganjar-Mahfud akan meningkatkan pelayanan mal publik serta memperluas jangkauan OSS hingga ke tingkat kabupaten. Keduanya juga akan menambah alokasi kredit perbankan, termasuk kredit usaha rakyat (KUR), minimal 35%, dan memberikan subsidi bunga bagi UMKM.
Di samping itu, Ganjar-Mahfud bakal memperbanyak dan meningkatkan kualitas 1,6 juta usaha melalui inkubasi bisnis dan coaching clinic. Untuk menyerap produk UMKM dan koperasi, mereka akan mengalokasikan minimal 50% belanja publik kementerian/lembaga serta BUMN/BUMD.
"Dengan demikian pemerintah turut berperan menyerap produk UMKM," terangnya.
Tak hanya itu, pembiayaan untuk mengerek kualitas pelaku UMKM juga akan ditingkatkan hingga Rp21,3 triliun per tahun atau sekitar Rp106,5 triliun selama lima tahun.
Lihat Juga :